PT Best Profit Futures Surabaya

Harga Emas Turun Jelang Akhir Pekan

Best Profit

Harga Emas Turun Jelang Akhir Pekan

Best Profit Futures – Emas berjangka jatuh untuk perdagangan sesi kedua pada Kamis. Dengan begitu harga emas menetap di level rendah selama sebulan.

Salah satu pemicu turunnya harga emas adalah kecemasan investor menunggu keputusan the Fed yang kabarnya akan menaikkan suku bunga. (Best Profit Futures)

Data ekonomi AS yang naik juga dinilai akan mendukung bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

Emas untuk pengiriman Desember jatuh US$ 5,10 atau 0,4 persen untuk menetap di level US$ 1.324,6 per ounce. Harga tersebut adalah yang paling rendah untuk kontrak yang paling aktif sejak 26 Juli, menurut Factset Data.

Emas berjangka memulai perdagangan di level rendah menyusul berita industri. Laporan pengangguran mingguan diklaim turun 261.000 orang, menunjukkan bahwa lebih sedikit orang Amerika yang kehilangan pekerjaannya.(Best Profit Futures)

Sedangkan Investor Pangkas Kepemilikan, Harga Emas Jatuh

Harga emas melemah pada perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta) karena beberapa investor memangkas kepemilikan emas mereka menjelang menit-menit penjelasan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed mengenai pengambilan keputusan soal suku bunga pada September 2015 lalu.(Best Profit Futures)

Mengutip Wall Street Journal, Jumat (9/10/2015), harga emas untuk pengiriman Desember yang merupakan kontrak emas yang paling aktif diperdagangkan, turun US$ 4,50 per ounce atau 0,4 persen menjadi US$ 1.144,20 per ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.(Best Profit Futures)

Harga emas mencapai nilai tertinggi setelah The Fed mengumumkan untuk menahan suku bunga acuan di level mendekati nol persen pada pertemuan yang dilakukan pada 16-17 September kemarin. Sementara, data-data ekonomi AS belum mantap di angka yang diinginkan oleh The Fed untuk mendorong kenaikan suku bunga.

Kedua sentimen tersebut memberikan angin segar kepada harga emas dimana investor atau pelaku pasar kembali memburu emas. Emas menjadi menarik ketika suku bunga The Fed berada di level rendah karena imbal hasil yang didapat dari emas lebih tinggi jika dibanding dengan obligasi.(Best Profit Futures)

“Pelaku pasar saat ini sedang meraba-raba apa yang akan dilakukan oleh Bank Sentral. Ada perdebatan di dalam The Fed sendiri mengenai langkah yang akan dilakukan,” jelas co-founder perusahaan komoditas Logic Advisors, Bill O’Neill.

Harga emas juga melemah karena data ekonomi Amerika Serikat yang keluar pada pekan lalu. Data tenaga kerja AS dan juga data manufaktur menunjukkan perbaikan.

Gerakan harga emas pada Kamis berseberangan dengan gerak pada hari sebelumnya. Pada Rabu, harga emas dunia ditutup naik karena didukung dari harga komoditas lainnya seperti minyak yang juga menguat.

Selain itu, World Gold Council juga melaporkan kalau bank sentral menambah 47 metrik ton emas untuk cadangan pada Agustus 2015 setelah menambah cadangan sekitar 62 ton pada Juli. Bank sentral Rusia dan China mencatatkan pembelian terbesar untuk emas.(Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com