PT Best Profit Futures Surabaya

Harga Emas Menguat di Tengah Pelemahan Dolar

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Harga emas di pasar global memang menunjukan pelemahan pada akhir pekan ini.

Kendati demikian, emas tetap mencatatkan kenaikan harga secara mingguan yang terbesar dalam dua bulan terakhir,

karena melemahnya mata uang dolar Amerikat Serikat (AS) dan jatuhnya harga minyak.

Minggu ini emas tercatat naik 2,5 persen setelah rally besar pada hari Selasa lalu. Jatuhnya pasar saham juga menyebabkan para investor beralih membeli logam sebagai alternatif investasi.

Terlebih lagi anjloknya dolar membuat harga emas dalam mata uang dolar lebih murah ketimbang mata uang lainnya. (BEST PROFIT FUTURES)

“Ketika pasar saham turun cukup tajam, logam mulia melonjak, sehingga pasti masih ada hubungan antara saham dan emas,

khususnya karena risk appetite di kalangan pelaku pasar,” ujar analisis Commerzbank Daniel Briesemann dilansir dari Reuters, Sabtu (13/12/2014).

Harga minyak di pasar spot emas turun 0,5 persen menjadi USD1.221,66 per ounce. (BEST PROFIT FUTURES)

Sedangkan emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun 0,3 persen menjadi USD 1.222,50. Namun, untuk minggu ini harganya tetap tercatat naik 2,7 persen.

Sementara itu, di antara logam mulia lainya, perak terlihat turun 0,5 persen pada USD17 per ounce. (BEST PROFIT FUTURES)

Untuk platinum juga turun 1,1 persen menjadi USD1.224,50. Spot paladium turun 0,7 persen menjadi USD810,3.

Emas mempertahankan kenaikan dalam dua hari pada akhir minggu yang menunjukkan ketahanan logam, dengan kepemilikan ETF

memperpanjang keuntungan ke level tertinggi sejak 2013 bahkan karena investor melihat peningkatan prospek suku bunga AS yang lebih tinggi.

Bullion untuk pengiriman segera berada di $ 1,257.55 per ons pada pukul 10:05 pagi di Singapura, setelah naik 0,4 persen dalam dua hari terakhir, menurut Bloomberg.(BEST PROFIT FUTURES)

Menyusul penurunan dalam dua minggu, harga telah stabil, dengan kepemilikan ETF naik untuk minggu keenam berturut-turut.

Emas telah menghindari selldown lebih lanjut terhadap latar belakang dari dolar yang lebih kuat dan genderang komentar dari pejabat Federal Reserve biaya pinjaman AS yang lebih tinggi akan jatuh tempo segera.

Ketua The Fed Bank Philadelphia Patrick Harker mengatakan pada hari Kamis bahwa ia mendukung peningkatan di bulan September,

dan ingin melihat bank sentral secara bertahap menaikkan suku bunga. Harga emas menguat pada hari Kamis karena saham-saham global mengalami penurunan untuk hari ketiga.(BEST PROFIT FUTURES)

Data yang akan datang akan memberikan lebih banyak investor indikasi tentang potensi dari langkah suku bunga, termasuk angka penjualan ritel,

sentimen konsumen dan harga produsen yang akan di rilis pada hari Jumat. Pedagang saat ini menetapkan kesempatan dua-pertiga dari kenaikan suku bunga di bulan

Desember berdasarkan perkiraan di kontrak federal funds futures, dan kesempatan kurang dari 20 persen dari langkah pengetatan di bulan depan.

Aset di ETF berbasis emas naik menjadi 2,050.3 metrik ton per hari Kamis. (BEST PROFIT FUTURES)

Tahun ini, kepemilikan telah melonjak 40 persen, dengan sebagian besar peningkatan muncul di semester pertama.

Sumber dari http://economy.okezone.com/