PT Best Profit Futures Surabaya

Harga BBM Premium Jadi Rp 8.500, Inflasi Tambah 2%

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menaikkan harga bahan bakar (BBM) subsidi menjadi Rp 8.500 per liter. Sampai akhir tahun diperkirakan ada tambahan inflasi sekitar 2%.

“Dengan BBM naik Rp 2.000 maka kami perkirakan tambahan inflasi 2014 ada di kisaran 2%,”

kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (BEST PROFIT FUTURES).

Dengan demikian, lanjut Bambang, dengan baseline inflasi 5,3% maka di akhir tahun ini inflasi

bisa berada di kisaran 7,3%. Imbasnya akan terasa sampai inflasi di Januari-Februari 2015, tapi tidak terlalu besar.

“Masih ada dampak inflasi Januari-Februari 2015, tapi tidak akan sebesar di dua bulan pertama, November dan Desember 2014,” ujarnya,

Di sisi lain, kata Bambang, kenaikan harga BBM subsidi alias premium ini bisa memberikan tambahan fiskal hingga lebih dari Rp 100 triliun tahun depan.

Dengan demikian, defisit transaksi berjalan yang saat ini berada di level 2,2% bisa berkurang lagi.

“Kita harap setelah pengalihan subsidi ke infrastruktur dan lain-lain, defisit bisa dikendalikan di bawah 2,2%,” katanya..

Saham China naik ke level enam minggu tertinggi sebelum rilis data ekonomi termasuk produk domestik bruto dan output industri.

Indeks Shanghai Composite naik 0,4 %, dengan saham teknologi dan energi mendapatkan keuntungan. Indeks Hang Seng menguat 0,1 %,

dipimpin oleh Bank of East Asia Ltd China Life Insurance Co turun 1,9 % dalam kinerja terburuk pada hari Rabu setelah

perusahaan memperkirakan bahwa keuntungan dalam sembilan bulan pertama jatuh sebesar 60 % karena menurunnya pendapatan investasi.(BEST PROFIT FUTURES).

Ekonomi China kemungkinan meningkat 6,7 % pada kuartal terakhir, kuartal ketiga berturut-turut dengan laju yang sama,

menurut rata-rata dalam survei Bloomberg terhadap analis. Ukuran luas negara tersebut dalam kredit baru melampaui perkiraan pada bulan September,

menurut data yang menunjukkan hari Selasa, pinjaman yang kuat akan terus membantu menstabilkan perekonomian.

Pembiayaan agregat China adalah 1,72 triliun yuan ($ 255 miliar) bulan lalu, dibandingkan dengan estimasi rata-rata dalam survei Bloomberg senilai 1,39 triliun yuan.

Angka-angka yang dirilis setelah penutupan pasar ekuitas China daratan. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://finance.detik.com