PT Best Profit Futures Surabaya

Hambatan Investasi di Amerika Serikat

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Para CEO memang lebih memilih berinvestasi di Amerika Serikat (AS). Mereka menyakini jika peluang investasi di AS akan lebih terbuka dibandingkan tiga tahun lalu.

Walau begitu, menurut survei PwC, Kamis (22/1/2015), para CEO ini mengkhawatirkan sejumlah faktor di AS.

Misalnya regulasi yang berlebihan, serta ancaman pembajakan internet.

Selain itu, pebisnis global ini juga kebijakan fiskal AS, termasuk utang dan defisit. Demikian dilansir dari CNBC. (BEST PROFIT FUTURES)

Pada tahun 2015 ini, dana investasi asing langsung (global foreign direct investment) ditaksir mencapai USD1,7 triliun.

Beberapa tahun terakhir, investasi asing yang cukup besar terserap di negara Brasil, Rusia, India dan China (BRIC).

Walau begitu, menurut data PBB, Amerika Serikat (AS) memimpin penyerapan dana asing itu pada tahun 2013, dengan nominal sebesar USD338 juta.

Dolar mempertahankan posisi di dekat level dua minggu tertinggi setelah data dan komentar minggu ini dari pejabat Federal Reserve menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Greenback meraih kenaikan tertinggi terhadap mata uang utama sejak 16 September pada hari Selasa setelah Fed Bank of Presiden

Richmond Jeffrey Lacker mendesak bank sentral untuk mengetatkan kebijakan untuk membendung kemungkinan gejolak inflasi.

Hal itu diikuti oleh pernyataan Senin oleh Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester bahwa ekonomi sudah matang untuk kenaikan suku

bunga dan laporan yang menunjukkan manufaktur AS berekspansi pada bulan September.

Data pekerjaan yang dirilis akhir pekan ini diperkirakan akan menunjukkan kenaikan dalam laju perekrutan.

Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 10:03 di Tokyo,

setelah naik 0,6 persen pada Selasa, di saat menyentuh level tertinggi sejak 21 September Greenback melemah 0,2 persen ke level ¥ 102,74,

setelah naik selama enam hari berturut-turut sampai Selasa yang merupakan kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus.(BEST PROFIT FUTURES)

Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 10:03 di Tokyo, setelah naik 0,6 persen pada Selasa, di saat menyentuh level tertinggi sejak 21 September Greenback melemah 0,2 persen ke level ¥ 102,74, setelah naik selama enam hari berturut-turut sampai Selasa yang merupakan kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus.

Sumber dari http://economy.okezone.com