PT Best Profit Futures Surabaya

Hadang iPhone 6, Samsung Siapkan Galaxy Alpha

Best Profit Futures – Samsung sedang menyiapkan peluncuran telepon pintar terbarunya, Galaxy Alpha. Ponsel ini merupakan kategori produk premium yang siap menghadang kompetitornya, iPhone 6.

Sepekan belakangan, kabar peluncuran Galaxy Alpha sudah ramai dibicarakan oleh media massa Korea Selatan. Produk ini dijadwalkan diluncurkan pada Agustus.    (Best Profit Futures)

“Samsung ingin mendahului iPhone dalam meluncurkan Galaxy Alpha,” tulis situs CNET, Selasa, 15 Juli 2014. Apple dijadwalkan meluncurkan iPhone 6 pada September.

Situs ET News menyebutkan Galaxy Alpha merupakan perpaduan antara Galaxy S5 dan phablet (phone-tablet). Dimensinya sangat tipis, yang membuat penampilannya sangat futuristik. Desain supertipis juga ada pada iPhone 6.

Materialnya didukung oleh metal, dan akan ada sejumlah inovasi pada fiturnya. Penamaan Alpha terbilang istimewa. Sebab, selama ini Samsung menamakan produknya dengan nama yang sangat singkat, seperti S4 atau S5.

Selain Galaxy Alpha, Samsung juga tengah menyiapkan Galaxy S6, yang merupakan penerus Galaxy S4 dan S5. Galaxy S6 akan menjadi ponsel pintar Android pertama yang dibekali oleh chipset berjenis 64-bit. Chipset tersebut menunjang performa yang cepat untuk penggunaan banyak aplikasi.   (Best Profit Futures)

Galaxy S6 diharapkan mampu mendongkrak penjualan ponsel Samsung. Sebab, S5 dinilai tidak banyak menghadirkan inovasi dan fitur yang istimewa. “Ini juga menginspirasi Samsung untuk merilis varian dari Galaxy S5, yaitu S5 Active dan S5 Mini,” tulis situs Venture Capital.

Sayangnya, Samsung belum memastikan kapan Galaxy S6 siap dipasarkan di seluruh dunia. Sebelumnya kabar menyebutkan Galaxy S6 diproyeksikan menghadang iPhone 6.

    (Best Profit Futures)

industri jasa Amerika berkembang kurang dari yang diproyeksikan pada bulan Oktober, konsisten dengan pertumbuhan yang sedang pada sebagian besar perekonomian.

Indeks Institute for Supply Management™s non-manufacturing turun ke 54,8 dari 57,1 pada bulan sebelumnya atau yang terkuat dalam hampir setahun, menurut laporan kelompok yang berbasis di Tempe, Arizona, Kamis ini. Angka diatas 50 menandakan ekspansi. Perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg menyebutkan angka 56.

Perlambatan dalam pesanan dan tenaga kerja berkontribusi pada hasil yang lebih lemah bagi produsen jasa, yang menyumbang sekitar 90 persen dari perekonomian. Bersama-sama dengan survei pabrik ISM menunjukkan manufaktur berjuang untuk mendapatkan daya tariknya, angka tersebut menggarisbawahi perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih terukur pada kuartal keempat.   (Best Profit Futures)

Perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg berkisar diantara 53,5-57,4. Perkiraan terbaru ini sejalan dengan rata-rata angka 54,5 untuk sembilan bulan pertama tahun ini.

Survei kelompok non-manufaktur ISM meliputi berbagai industri termasuk utilitas, ritel dan perawatan kesehatan, dan juga faktor-faktor dalam konstruksi dan pertanian.

Indeks pesanan baru jatuh ke 57,7 dari 60, sedangkan Indeks tenaga kerja menurun menjadi 53,1 dari 57,2.

Indeks aktivitas bisnis, yang sejajar dengan indeks produksi pabrik ISM, juga turun menjadi 57,7 dari bulan sebelumnya yang 60,3.

Dalam sebuah tanda bahwa inflasi meningkat, indeks kelompok dari harga yang dibayar naik ke 56,6, tertingginya sejak Agustus 2014, dari 54.   (Best Profit Futures)

Sumber dari http://www.tempo.co