PT Best Profit Futures Surabaya

Gula Impor Hambat Laju Inflasi Solo

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Cabai merah, cabai rawit, dan beras masih mengakibatkan inflasi tinggi di tujuh kota dan kabupaten di wilayah Surakarta, Jawa Tengah pada bulan November sebesar 3,72 persen.

Sebenarnya gejolak cabai menjadi penyumbang inflasi tinggi ini sudah bisa terbaca 2-3 bulan yang lalu.

Di mana kemarau panjang menyebabkan pasokan cabai dari daerah di mana biasa cabai itu dipasok menjadi langka. Akibatnya, banyak para pedagang yang mencari pasokan cabai dari pulau di luar Pulau Jawa. (BEST PROFIT FUTURES)

“Tentu saja imbasnya membengkaknya biaya transportasi dari luar pulau untuk membawa cabe inilah yang mengawali gejolak inflasi. Kondisi yang sama juga terjadi untuk komoditas beras,” jelas Kepala Cabang Bank Indonesia Solo Ismet Isnono.

Dan akibatnya menurut Ismet, tingkat inflasi di kota Solo menduduki ranking ke dua se-Jawa Tengah, di bawah kota Kudus.

Selain komoditas tadi, inflasi lainnya, berasal dari sektor angkutan antar kota akibat dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 0,11 persen. Sedangkan inflasi yang dipicu dari kenaikan BBM sendiri, yaitu sebesar 3,70 persen.

Banyaknya gula import yang masuk ke Indonesia membuat harga gula di lokal Solo menurun dan menghambat laju inflasi.(BEST PROFIT FUTURES)

“Penurunan justru akan terlihat di penjualan produk gula. Dimana banyaknya gula impor yang masuk inilah yang akan mempengaruhi prodak gula dalam negeri,”paparnya.

Ismet mengungkapkan, melihat angka inflasi pada bulan November ini saja menginjak bulan kedua pascakenaikan harga BBM atau pada bulan Desember, angka inflasi diperkirakan akan lebih tinggi lagi.(BEST PROFIT FUTURES)

Untungnya, pemerintah tidak menaikkan harga BBM pada awal tahun 2015. Pasalnya, bila kenaikan harga BBM diawali pada awal tahun, inflasi yang akan terjadi, bisa melebihi inflasi saat ini.

“Awal tahun saja, inflasi sudah pada angka satu persen. Bisa dibayangkan kalau kenaikan BBM pada awal tahun, bisa-bisa inflasi mencapai 3 persen. Dan dampaknya masyarakat sendiri yang akan merasakannya langsung,”jelasnya.

Sedangkan kredit kendaraan saja yang mengalami penurunan. Ini mungkin saja saat ini masyarakat masih menunggu perkembangan sebelum membeli kendaraan.(BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://economy.okezone.com