PT Best Profit Futures Surabaya

Gudang Garam Terpaksa Pensiunkan Ribuan Karyawan

Best Profit Futures – Pabrik rokok raksasa PT. Gudang Garam (GGRM) Tbk Kediri, Jawa Timur mengeluarkan program pensiun dini besar-besaran. Langkah ini terpaksa diambil, karena situasi terakhir yang dihadapi perusahaan, akibat ketatnya regulasi peraturan yang dikeluarkan pemerintah.

Wakabid Humas PT. GGRM Iwhwan Tricahyono mengatakan, program pensiun dini dibuka sejak Senin (06/10/2014) lalu. Hingga Rabu (08/10/2014) kemarin sudah ada sekitar 2.088 orang karyawan yang mendaftarkan diri mengambil tawaran perusahaan.

“Ini bukan pemaksaan, tetapi tawaran dari perusahaan kepada para karyawan untuk pensiun dini plus. Program ini sangat menarik, dan saat ini sudah ada 2.088 orang karyawan yang mengambil tawaran ini,” ujar Iwhwan Tricahyono dalam jumpa pers di Kantor Unit I PT. GGRM, Kamis (Best Profit Futures ).

Program pensiun dini ditawarkan kepada karyawan borongan Rigaret Kretek Tangan (SKT) dan operasional. Program dibuka hingga akhir bulan Oktober mendatang. Sedangkan karyawan yang dapat mengikuti program pensiun dini ini hanya diperuntukkan bagi karyawan yang mempunyai massa kerja minimal 20 tahun.

“Tawaran ini benar-benar menarik. Terdapat beberapa plus atau keuntungan yang akan diterima oleh karyawan yang mengambil program ini, diantaranya, menerima uang pensiun di depan, mendapat tambahan uang pensiun, karyawan dan keluarganya akan diberikan bantuan jaminan kesehatan (BPJS) sampai usia karyawan 55 tahun tunai,” terang Iwhwan. (Best Profit Futures ).

Masih katanya, keuntungan lain, karyawan mempunyai pendapatan yang pasti tanpa harus bekerja. Terakhir karyawan mendapat pelatihan kewirausahaan bagi yang berminat, sehingga dapat digunakan untuk persiapan usia hari tua.

Program pensiun dini ini, tambahnya, untuk menghindari terjadinya kemungkinan yang lebih buruk terhadap karyawan, karena tuntutan terhadap kondite maupun kinerja karyawan standartnya akan semakin tinggi. Kondisi perusahaan sendiri saat ini semakin terdesak oleh regulasi peraturan rokok yang dikeluarkan oleh pemerintah. (Best Profit Futures ).

“Sebagaimana diketahui, kondisi saat ini telah memaksa indrustri rokok untuk berada dalam istilah dipaksakan oleh keadaan. Regulasi yang ada semakin tidak bersahat, untuk industri rokok. Diantaranya, pembatasan iklan rokok dan gambar peringatan pada kemasan rokok,” bebernya.

Kondisi tersebut, diyakini tidak hanya dialami oleh PT. GGRM, tetapi secara nasional, produsen rokok yang lain juga mengalami kondisi yang sama. Managemen GGRM mengaku, selain program pensiun dini, pihaknya belum memikirkan langkah-langkah lain.

  (Best Profit Futures ).

Sumber dari http://beritajatim.com