PT Best Profit Futures Surabaya

Genap 2 Tahun, Begini Perjalanan Kasus Teror Novel Baswedan

Teror air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan terjadi tepat 2 tahun yang lalu. Namun, siapa pelaku dan apa motif teror itu masih belum terungkap hingga hari ini. BEST PROFIT

Novel disiram air keras pada 11 April 2017 usai salat subuh di Masjid Al Ihsan yang berjarak sekitar 4 rumah dari rumah Novel. Rumah Novel sendiri berada di Jalan Deposito T nomor 8, RT 03 RW 10, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Saat itu, Novel mengikuti salat subuh berjamaah pukul 04.39 WIB di Masjid Al Ihsan. Ketua RT 03 saat itu, Wisnu Broto, mengatakan Novel pulang lebih dulu usai salat subuh.

Pukul 05.10 Novel disebut meninggalkan masjid untuk kembali ke rumahnya. Tak berapa lama, terdengar suara teriakan yang membuat jemaah yang masih berada di masjid berhamburan keluar. PT BESTPROFIT FUTURES

Warga kemudian menolong Novel dan membawanya ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Novel pun menjalani perawatan intensif. Berikut perjalanan kasus teror terhadap Novel Baswedan:

11 April 2017

Novel disiram air keras pasca salat subuh di Masjid Al Ihsan yang tak jauh dari rumahnya di Jalan Deposito T nomor 8, RT 03 RW 10, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dia langsung dibawa ke RS Mitra Keluarga usai peristiwa itu. Perawatan Novel kemudian dipindah ke RS Jakarta Eye Center, Menteng pada hari yang sama.

12 April 2017

Novel dibawa ke Singapura untuk menjalani operasi. Dia pun menjalani perawatan secara intensif di Singapura pasca operasi.

Saat masih dirawat di Singapura itu Novel sempat memberi keterangan soal sosok jenderal yang diduga menjadi dalang teror air keras itu. Hal itu disampaikan Novel kepada media AS TIME. PT BESTPROFIT

“Sebenarnya saya sudah menerima informasi bahwa seorang jenderal polisi–seorang pejabat polisi tingkat atas–telah terlibat. Awalnya, saya mengatakan informasi itu bisa saja salah. Namun kini, ketika telah 2 bulan berlalu dan kasus tersebut belum juga terpecahkan, saya katakan, perasaan terhadap informasi itu bisa saja benar,” ucap Novel kepada TIME seperti dilansir time.com, Rabu (14/6/2017).

Polisi pun meminta Novel melaporkan informasi itu. Polri mengerahkan Densus hingga Inafis untuk mengungkap kasus Novel. Polri juga mengirim tim ke Singapura untuk mengkonfirmasi pernyataan soal jenderal.

“Kalau dia menyebut nama, sebaiknya hati-hati, karena kalau menyebut nama dan tidak ternukti ada implikasi hukum,” ujar Kadiv Humas Polri saat itu, Irjen Setyo Wasisto, Jumat (16/6/2017). BESTPROFIT

Sumber : Detik