PT Best Profit Futures Surabaya

Garuda Indonesia Percepat Bayar Utang US$ 62,5 Juta

BEST PROFIT FUTURES – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melakukan percepatan pelunasan (voluntary prepayment) atas pinjaman Export Credit Agency dan Commercial Lenders

senilai US$ 62,5 juta pada Senin (23/6/2014). Pinjaman tersebut diperoleh dari sindikasi lebih

dari 15 lembaga keuangan, di antaranya

Lloyds Bank Plc sebagai agent dan security trustee, BNP Paribas, dan Credit Agricole Corporate

and Investment Bank pada tahun 1996 dan telah direstrukturisasi sepenuhnya pada tahun 2010. (Best Profit Futures)

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, penandatanganan pelunasan utang dengan ECA dan CL tersebut merupakan

komitmen perseroan untuk memenuhi seluruh kewajiban kepada kreditur sesuai komitmen yang tertuang dalam perjanjian. (Best Profit Futures)

“Seiring dengan pertumbuhan kinerja Garuda Indonesia yang didukung program transformasi dan ekspansi perseroan yang tertuang dalam program Quantum Leap 2011-2015,

Garuda Indonesia dapat memenuhi kewajibannya secara tepat waktu dan memenuhi

seluruh komitmennya kepada pihak kreditur,” sebut Emir dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (24/6/2014).

Pinjaman sindikasi ECA dan CL tersebut dialokasikan untuk pengadaan 6 unit pesawat A330-300 pada 1996. Dengan dilaksanakannya percepatan pembayaran utang,

maka Garuda Indonesia memperoleh hak kepemilikan atas pesawat-pesawat itu, yang selama ini menjadi underlying asset atas pinjaman tersebut.

Perseroan juga tidak lagi terikat dengan kovenan dari ECA dan CL. (Best Profit Futures)

Sejalan dengan program Quantum Leap, Garuda Indonesia menjadikan tahun 2011-2015 sebagai tahun ekspansi perusahaan seiring dengan investasi

pengembangan armada dan proses pengembangan Citilink sebagai low cost carrier yang beroperasi secara mandiri. Melalui program pengembangan tersebut,

pada 2015 Garuda Indonesia akan mengoperasikan sebanyak 194 pesawat dengan usia rata-rata pesawat 4,8 tahun.

Garuda Indonesia juga akan mengangkut sebanyak 45,4 juta penumpang dari saat ini 25 juta penumpang. Frekuensi penerbangan juga meningkat menjadi 1.100 per hari, dari sekitar 534 per hari saat ini.

Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan 140 pesawat terdiri dari Boeing 777-300ER, Airbus A330-200/300, Boeing 737-800NG, Bombardier CRJ1000 NextGen,

dan ATR72-600 dengan usia rata-rata pesawat 5 tahun. Tahun ini Garuda Indonesia akan mendatangkan 27 armada baru terdiri dari 2 pesawat Boeing 777-300, 4 pesawat

Airbus A330, 12 pesawat Boeing 737-800NG, 3 pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen, dan 6 pesawat ATR 72-600.

  (Best Profit Futures)

Sumber dari http://finance.detik.com