PT Best Profit Futures Surabaya

Ganti Rugi Korban AirAsia Rp1,25 Miliar Penuh

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Keluarga korban AirAsia QZ 8501 tidak perlu resah dengan pembayaran klaim asuransi. Sebab, pembayaran ganti rugi dalam kecelakaan penerbangan telah diatur dalam Undang-Undang.

“Berdasarkan Pasal 141 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan)

Pengangkut dalam hal ini Air Asia dibebankan tanggung jawab atas kerugian penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap, atau luka-luka,”

kata Guru Besar Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana kepada Okezone, Selasa (BEST PROFIT FUTURES).

Menurut Hikmahanto, maskapai wajib mematuhi ketentuan ini. Dimana PT Indonesia AirAsia wajib membayar kerugian yang dialami

keluarga korban hingga Rp1,25 miliar seperti diatur dalam Pasal 3 huruf (a) Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011.(BEST PROFIT FUTURES).

Selain itu, pesawat yang melakukan penerbangan internasional dari Surabaya menuju Singapura ini juga harus mematuhi perjanjian internasioanl

yang mengatur tanggung jawab pengangkut udara, dimana Indonesia menjadi peserta Konvensi Warsawa 1929.

“Berdasarkan Pasal 22 dari Konvensi tersebut maka jumlah ganti rugi dibatasi hingga 125,000 francs.

Namun perlu diketahui saat ini mata uang Perancis francs sudah tidak ada lagi karena digantikan dengan Euro,” ujarnya.(BEST PROFIT FUTURES).

Sementara berdasarkan perjanjian internasional lain yaitu Konvensi Montreal 1999 disebutkan ganti rugi maksimal adalah 100,000 Special Drawing Rights (SDR) atau dalam nilai rupiah kira-kira jumlah tersebut mencapai hingga Rp1,8 Miliar.

“Hanya saja Indonesia belum mengikut Konvensi ini sehingga jumlah yang lebih besar dari Permen 77 tidak dapat diberlakukan,” tutup Hikmahanto.

Seperti diketahui, pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak pada Minggu (28/12/2014) pukul 07.55 WIB. Pesawat sempat menghubungi Air Traffic Controller (ATC) Bandara Soekarno-Hatta untuk meminta izin naik ke ketinggian 38.000 kaki dari sebelumnya 32.000 kaki untuk menghindari cuaca buruk. Namun, tak lama setelah itu, pesawat hilang dari radar. Pesawat AirAsia QZ8501 membawa 155 penumpang dan tujuh awak.

Seperti diketahui, pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak pada Minggu (28/12/2014) pukul 07.55 WIB. Pesawat sempat menghubungi Air Traffic Controller (ATC) Bandara Soekarno-Hatta untuk meminta izin naik ke ketinggian 38.000 kaki dari sebelumnya 32.000 kaki untuk menghindari cuaca buruk. Namun, tak lama setelah itu, pesawat hilang dari radar. Pesawat AirAsia QZ8501 membawa 155 penumpang dan tujuh awak.(BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://news.okezBest Profitone.com