PT Best Profit Futures Surabaya

Freeport dan Newmont Tak Lagi Bayar Royalti Emas 1%

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Pemerintah berupaya merenegosiasi kontrak 107 perusahaan tambang besar, agar pendapatan negara meningkat.

Salah satunya royalti emas tidak lagi hanya 1%.

Renegosiasi kontrak (amandemen) merupakan amanat pasal 169 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Baru Bara.

Ada 34 Kontrak karya dan 73 Perusahaan Pemegang Perjanjian Karya

Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B), yang wajib direnegosiasi kontraknya.

Namun, hal ini sangat tidak mudah, apalagi 6 poin renegosiasi tersebut awalnya ditentang perusahaan tambang.

Enam poin itu adalah pemangkasan luas wilayah,

kenaikan royalti atau penerimaan negara, kelanjutan usaha, divestasi saham,

penggunaan tenaga kerja dan produk dalam negeri, dan smelter. (BEST PROFIT FUTURES)

Pemerintah menyadari, dengan batas sisa waktu pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono hingga 20 Oktober 2014,

tidak cukup untuk menyelesaikan semua kontrak amandemen 107 perusahaan KK dan PKP2B. (BEST PROFIT FUTURES)

Lewat berbagai cara, pemerintah berusaha agar perusahaan tambang besar sekelas PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara mau renegosiasi kontrak.

Akhirnya, 25 perusahaan misalnya pada 7 Maret sudah menandatangani MoU (Nota Kesepahaman) bersedia renegosiasi kontrak.

MoU tersebut memang hanya sebagai jembatan kepada pemerintahan baru nanti,

untuk melanjutkan kembali renegosiasi kontrak, hingga benar-benar selesai dengan mengacu isi MoU tersebut.

  (BEST PROFIT FUTURES)

Saham Jepang berfluktuasi terkait turunnya Nintendo Co untuk hari kedua menjelang laporan laba babak pertama, sementara Astellas

Pharma Inc mendukung kenaikan saham produsen obat karena investor mengalihkan perhatian mereka ke neraca perusahaan seiring musim pelaporan yang masuk ke ayunan penuh.

Indeks Topix turun 0,2 persen pada istirahat perdagangan di Tokyo, setelah diperdagangkan di kisaran ketat yang memperlihatkannya mendapatkan gain sebesar 0,1 persen.

Tentang jumlah yang sama pada saham naik maupun jatuh. Investor mengalihkan fokus mereka ke pendapatan untuk mengukur kesehatan Jepang Inc,

dengan lebih dari 350 perusahaan di Topix yang bersiap untuk menyerahkan laporannya minggu ini, termasuk pembuat presisi-motor Nidec Corp pada hari Senin. (BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://finance.detik.com