PT Best Profit Futures Surabaya

Formula ICP Jadi Perdebatan DPR-ESDM

Best Profit Futures –  Kementerian ESDM dan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memperdebatkan mengenai besaran formula rata-rata minyak mentah nasional atau Indonesia Crude Price (ICP).

Sesuai usulan Kementerian ESDM, formula ICP dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 sebesar US$105 per barel. Namun Anggota Komisi VII DPR, Satya W Yudha mengingatkan mengenai tren kenaikan harga minyak mentah global yang bisa memengaruhi besaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)

“Menurut hemat saya, ICP jangan dipatok satu angka melainkan dibuat range sehingga ada fleksibilitas dalam hitung besaran subsidi BBM,” kata Satya di Gedung DPR, Senin (15/9/2014). (Best Profit Futures )

Satya mengajukan besaran ICP dalam bentuk range sebesar US$95-105 per barel. Anggota Komisi VII Bobby Rizaldi juga mengajukan usulan serupa. Menurut dia akan jauh lebih bijak bila penetapan asumsi formula ICP berbentuk range tanpa mematok satu angka.

Bobby mensinyalir, formula penetapan ICP akan menjadi dua mata pisau yang bisa menguntungkan dan merugikan negara. Ia menyebut, hal ini berkaitan dengan penerimaan negara dan beban cost recovery yang wajib dibayar negara.

“Apalagi hal ini berkaitan dengan spektrum penetapan kurs atau nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS),” tutur dia. (Best Profit Futures )

Menteri ESDM Ad Interim Chairul Tanjung (CT) menginginkan agar penetapan asumsi makro formula ICP disesuaikan dengan laporan nota keuangan yang disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Anggota Komisi VII DPR, Effendi Simbolon menyebut, penetapan formula ICP perlu ditentukan dengan satu angka. Sebab, dalam ketentuan besaran ICP ini masih dalam kerangka asumsi yang bisa diubah dalam Badan Anggaran (Banggar) DPR.

“Ini kan masuk pagu indikatif yang nantinya ditetapkan dalam pagu definitif di Banggar. Jadi jangan lagi sudah asumsi, kemudian diasumsikan lagi melalui bentuk range. Sebaiknya tetapkan dalam satu angka,” ujar Effendi.

  (Best Profit Futures )

Anggota Komisi VII DPR, Effendi Simbolon menyebut, penetapan formula ICP perlu ditentukan dengan satu angka. Sebab, dalam ketentuan besaran ICP ini masih dalam kerangka asumsi yang bisa diubah dalam Badan Anggaran (Banggar) DPR.

“Ini kan masuk pagu indikatif yang nantinya ditetapkan dalam pagu definitif di Banggar. Jadi jangan lagi sudah asumsi, kemudian diasumsikan lagi melalui bentuk range. Sebaiknya tetapkan dalam satu angka,” ujar Effendi. (Best Profit Futures )

Sumber dari http://ekonomi.inilah.com