PT Best Profit Futures Surabaya

Faisal Basri Bentuk Tim untuk Identifikasi Petral

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Ketua Tim reformasi tata kelola Minyak dan Gas (Migas), Faisal Basri membentuk sub tim khusus untuk menangani kasus Pertamina Energy Tranding Ltd (Petral).

“Tentu saja apalagi kalau bukan kasus Petral, jadi Petral jadi titik berat dianggap kasus tersendiri akan ditangani oleh subtim,” ucapnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Rabu (26/11/2014).

“Subtim itu, seperti Ibu Rofikorohim, Pak Fahmi, ada Darmawan Prasodjo dan ada Ramdani,” tambahnya. (BEST PROFIT FUTURES )

Dirinya mengatakan, empat orang tersebut menangani kajian yang sifatnya sistemik untuk menghasilkan mata rantai dari hulu ke hilir.

“Jadi mengidentifikasi hal itu dan bagaimana menyelesaikannya, dan kasus yang kasuistik ini terkait dengan Petral,” tukasnya. (BEST PROFIT FUTURES )

Sebagai informasi, Faisal Basri menjelaskan anggotanya Tim Reformasi tata kelola Migas terdiri dari Darmawan Prasodjo (mantan Tim Pokja Transisi Pemerintahan),

Fahmi Radi (Universitas Gajah Mada), Rofikorohim (Universitas Indonesia), Agung Wicak

(Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian/UKP4), Daniel Purba (Pertamina), dan Parulian Sihotang (SKK Migas).

 Saham Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian seiring para

investor menimbang prospek kenaikan suku bunga AS dan menunggu laporan laba perusahaan di dalam negeri.(BEST PROFIT FUTURES )

Indeks Topix sedikit berubah ke level 1,352.64 pada istirahat perdagangan di Tokyo,

menghapus kerugian sebelumnya sebanyak 0,4 %. Indeks Nikkei 225 memperoleh gain 0,1 % ke level 16.924. Yen menguat terhadap dolar setelah bergerak lebih tinggi pada hari Senin karena Indeks Empire State,

yang melacak produsen di New York, secara tiba-tiba menyusut, sementara Wakil Ketua Fed Stanley Fischer menguraikan faktor-faktor yang menekan pertumbuhan dan kenaikan suku bunga.

Tanda-tanda saat ini menunjukkan perekonomian AS yang lebih kuat telah meningkatkan spekulasi untuk kenaikan biaya pinjaman AS dalam waktu dekat, mendorong penurunan selama tiga minggu pada yen.

Saham real estate melonjak untuk memimpin kenaikan di antara 33 kelompok industri di Indeks Topix, sedangkan sektor pertambangan di Topix turun 1,4 %

mengirim harga minyak mentah lebih rendah. Saham Inpex Corp jatuh 1,5 % dan saham Japan Petroleum Exploration Co merosot 1 %. (BEST PROFIT FUTURES )

Sumber dari http://economy.okezone.com