PT Best Profit Futures Surabaya

Era Ahok Diungkit Kala Ratusan ASN DKI Kini Ogah Lelang Jabatan | lt 11 GB

ASN di Balai Kota DKI Jakarta.

Jakarta – Ratusan ASN DKI yang ogah ikut lelang jabatan terus disorot. Proses lelang era eks Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pun diungkit.

Anggota DPRD DKI heran mengapa ASN yang tak mendaftarkan diri dalam lelang jabatan eselon II itu sampai ratusan orang. F-Gerindra DPRD DKI menilai hal itu tidak lazim.

“Tidak lazim saja. Iya jumlahnya sebanyak itu,” kata Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif, kepada wartawan, Rabu (19/5/2021).

Syarif kemudian bercerita proses lelang jabatan ASN DKI di era Ahok. Syarif menyebut di era Ahok ASN diwajibkan mengikuti lelang jabatan.

“Di era BTP justru wajib dan skemanya dijadikan talent pool. Yang tidak daftar akan di-grounded,” ucapnya. BESTPROFIT

Syarif sendiri sudah menjadi anggota DPRD DKI sejak tahun 2014. Dia lalu menerangkan soal talent pool.

“Talent pool itu hasil seleksi jabatan semua eselon terutama eselon 2. Dan diberi peringkat. Jika memenuhi syarat akan diangkat dalam jabatan, jika belum memenuhi syarat buat cadangan. Jadi tidak ada pengulangan tes seleksi lagi,” ujar Syarif. PT BESTPROFIT FUTURES

“Substansinya sebenarnya sama saja, karena ada regulasi yang mengatur masa kedaluwarsa talent pool, kalau tidak salah enam bulan,” imbuhnya.PT BESTPROFIT

Meski demikian, menurut Syarif isu ratusan ASN DKI enggan mengikuti lelang jabatan karena adanya peran TGUPP tidak benar. Menurut dia seleksi lelang jabatan dilakukan oleh tim independen.

“Tidak ada masalah dengan TGUPP kok. Seleksi ini juga kan dilakukan oleh panitia yang independen,” ujarnya.BEST PROFIT

Syarif menyarankan dilakukan seleksi susulan dan gelombang kedua. Langkah ini menurut Syarif perlu berkonsultasi dengan KASN.

sumber detik