PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Emas Lanjutkan Reli Terbesarnya

Best Profit FuturesBest Profit Futures

Best Profit Futures – Emas naik untuk hari kedua, menambahkan lonjakan terbesarnya dalam tujuh tahun terakhir pada Jumat, karena dampak dari keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa mendorong permintaan haven.

Bullion meningkat seiring pound memperpanjang rekor aksi jualnya dan ekuitas Eropa jatuh ke level terendah sejak Februari. Emas melonjak 4,7 persen pada hari Jumat karena hasil referendum yang menyebabkan gejolak di pasar global, memacu lonjakan sebesar $ 4.3 miliar dalam kepemilikan dana yang didukung oleh bullion, kenaikan terbesar dalam empat tahun.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik 0,2 persen untuk berakhir di $ 1,324.70 per ons pada 1:44 siang di Comex di New York, gain dua hari terbesar sejak Agustus 2011.(Best Profit Futures)

Selain itu Dolar Catat Gain Terbesar Dua Hari Sejak 2011 Imbas dari Hasil Brexit

Dolar mengalami kenaikan terbesar selama dua hari sejak November 2011 seiring para investor mencari perlindungan dari keputusan U.K. untuk keluar dari Uni Eropa, yang memperluas kekhawatiran di pasar keuangan.

Indeks greenback naik 2,7 % selama dua hari terakhir karena para pedagang membeli aset yang aman di tengah pertanyaan tentang masa depan ekonomi U.K. dan dampak yang lebih luas di Eropa. Sementara Yen menguat terhadap semua mata uang lainnya dari 31 mata uang utama lainnya selama dua hari terakhir antara 4 sampai 15 %.

Mata uang AS telah pangkas penurunan setelah keputusan warga Inggris, yang mengirim pound jatuh ke level terendah dalam tiga dekade terakhir. Efek dari kelumpuhan politik Inggris meluas, dan berdampak bagi Eropa, mendorong investor untuk menjual pound dan euro dan mencari keamanan dalam dolar dan yen.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, naik 0,8 % pada pukul 12:49 siang waktu New York. Greenback menguat 0,8 % ke level $ 1,1028 per euro dan melemah 0,4 % ke level 101,79 ¥. (Best Profit Futures)

Sumber : Bloomberg