PT Best Profit Futures Surabaya

Emas Kembali Berkilau di Tengah Anjloknya Pasar Saham

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Harga emas global naik setelah pasar saham global terpukul. Sehingga investor menghindari risiko sentimen di pasar dan mengalihkan investasinya ke logam mulia.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (31/12/2014), harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD1.201,20 per ounce.

Investor mundur dari pasar saham setelah khawatir akan masa depan Yunani di zona euro. Hal tersebut membuat saham rendah dan mengangkat emas.

Selain itu, dolar juga melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya. Pelemahan terhadap dolar dan saham menjadikan emas dipandang sebagai lindung nilai yang paling tepat. (BEST PROFIT FUTURES)

Kenaikan emas juga mendapat dorongan dari meningkatnya ketegangan geopolitik antara Rusia dan Barat.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa pelebaran sanksi yang diberikan AS menghambat hubungan bilateral.

Sementara itu, logam lainnya seperti perak juga mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen USD16,27, platinum naik 0,18 persen ke USD1.215,4, dan paladium naik 0,07 persen ke USD0,6.(BEST PROFIT FUTURES)

Bursa saham Jepang naik ke level tertinggi dalam empat bulan, karena minyak melonjak dan

Hillary Clinton tampaknya memperketat cengkeramannya pada pemilihan presiden AS bulan November mendatang.

Indeks Topix naik 0,7% ke 1,360.32 ke level tertinggi sejak Juni pada istirahat perdagangan di Tokyo, dipimpin oleh penjelajah dan produsen energi. (BEST PROFIT FUTURES)

Saham-saham kembali diperdagangkan setelah liburan di Jepang pada hari Senin,

ketika ekuitas global menguat dan setelah debat kedua presiden AS menambahkan ke spekulasi bahwa Clinton akan menang atas Donald Trump.

Minyak menguat ke level tertinggi dalam lebih dari setahun setelah dua produsen terbesar minyak mentah di dunia, Arab Saudi dan Rusia,

mengatakan mereka siap bekerja sama untuk membatasi produksi. Yen diperdagangkan di level 103,99 per dolar, melemah untuk hari kedua.

Rusia bersedia untuk bergabung dengan upaya Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk menstabilkan pasar,

membutuhkan baik pembekuan atau pemotongan untuk tingkat produksi saat ini, kata Presiden Vladimir Putin, (BEST PROFIT FUTURES)

pada hari Senin. Banyak produsen di luar kelompok

telah menyatakan kesediaan untuk bekerja sama terkait pembatasan produksi, kata Menteri Energi dan Industri Arab Saudi Khalid Al-Falih,

menambahkan bahwa ia “optimis” akan ada kesepakatan yang bisa mengangkat harga minyak setinggi $ 60 per barel pada akhir tahun.(BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://economy.okezone.com