PT Best Profit Futures Surabaya

Elpiji 12 Kg naik, Pengusaha Kecil Gulung Tikar

Best Profit Futures – PT Pertamina telah mengajukan untuk menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram (kg). Pemerintah pun akhirnya setuju dengan kenaikan tersebut pada Senin (8/9/2014) malam lalu.

Dengan naiknya harga elpiji 12 kg semakin membuat dunia usaha akan semakin kembang kempis. Pasalnya para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM),

seperti industri kecil makanan, warung makan, usaha katering, pedagang bakso,

dan produksi makanan kelompok usaha menengah yang terkena dampaknya langsung. (Best Profit Futures)

Seperti yang dirasakan pedagang kaki lima yang biasa berjualan ayam bakar di shelter Jurug, Jebres,

Solo, Jawa Tengah. Mbak Dias menyebutkan jika naiknya harga gas 12 kg akan sangat memberatkan bagi usahanya.

“Kondisi ini kurang menguntungkan bagi penjualan makanan dan minuman,” jelasnya pada Okezone di Solo, Jawa Tengah. (Best Profit Futures)

Pasalnya usaha warung ayam bakar miliknya juga menggunakan gas 12 kilo di rumahnya untuk memasak ayam.

Dalam sebulan bisa menghabiskan 5 elpiji ukuran 12 kg. Sedangkan di warungnya menggunakan gas 3 kilo sebab praktis saja jika di bawa.

Lebih lanjut mbak Dias mengungkapkan, saat ini harga bahan baku dagangan ayam saja sudah naik, belum lagi jika ditambah harga elpiji naik. “Pembelinya makin sepi saja,” ujarnya. (Best Profit Futures)

Senada juga dikeluhkan Mulyono, pengusaha laundry kiloan di wilayah Karanganyar yang juga  akan merasakan imbasnya. Hal ini dikarenakan beban listrik di tempat usahanya sudah naik.

Hal ini dikarenakan, untuk pengeringnya yang menggunakan gas sebagai alat bantu pengering. “Saya biasa menghabiskan empat tabung 12 kg dalam sebulan, kenaikan ini cukup memberatkan,” ungkap Mulyono.

Mulyono juga menyatakan kemungkinan dirinya akan beralih menggunakan gas 3 kg. Namun saat ini untuk cari elpiji kecil juga sedikit kesulitan.

  (Best Profit Futures)

Saham Jepang turun bersamaan dengan spekulasi dari calon presiden AS Hillary Clinton yang kehilangan kepemimpinan yang kuat

kepada Donald Trump karena kontroversi e-mail, memacu ketidakpastian bagi investor dan meredam resiko.

Indeks Topix berada di 0,3 % lebih rendah pada pukul 9:01 pagi waktu Tokyo. Lebih dari 500 perusahaan pada indeks acuan akan dijadwalkan untuk merilis labanya pada minggu tersibuk musim laba,

yang akan diumumkan pada hari Senin. Yen menguat terhadap dolar untuk hari kedua setelah FBI mengatakan pada Jumat itu menemukan

e-mail yang mungkin berkaitan dengan penyelidikan dari kandidat partai Demokrat Clinton. (Best Profit Futures)

Kontrak pada Indeks S & P 500 turun 0,3 % pada hari Senin. Clinton memiliki 46 persen suara, melawan Trump 45 persen, menurut sebuah jajak pendapat dari ABC News / Washington Post.

Sekitar sepertiga dari pemilih mengatakan bahwa mereka cenderung mendukung pengungkapan terbaru Clinton yang diberikan dari Direktur FBI James Comey,

sementara 63 persen mengatakan tidak ada bedanya.

Di Tokyo, Indeks Topix bersiap untuk keuntungan bulanan terbesar sejak Juli karena mata uang Jepang turun sekitar 3 % terhadap dolar, mendorong kenaikan disektor eksportir yang diperkirakan untuk tahun ini.

Lebih dari 233 perusahaan yang akan merilis labanya pada Senin ini, termasuk Honda Motor Co,

Panasonic Corp, Fanuc Corp, dan Murata Manufacturing Co. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com