PT Best Profit Futures Surabaya

Elpiji 12 Kg Akan Naik Rp1.000-Rp1.500

Best Profit Futures – PT Pertamina (Persero) pada bulan ini kembali akan menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram (Kg). Besaran kenaikannya sekira Rp1.000 hingga Rp1.500 per kg.

Menurut Vice President Corporate Pertamina Ali Mundakir, ini merupakan aksi korporasi yang tentunya mempunyai hak untuk menaikkan harga gas Elpiji 12 kg tanpa meminta izin dari pemerintah pusat.

“Saya tegaskan, ini murni aksi korporasi karena gas Elpiji 12 kg bukan barang subsidi, sehingga tidak perlu izin pemerintah,” ucap Ali saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Ali menambahkan, walaupun tanpa izin pemerintah pusat, namun Pertamina tetap melaporkan kepada kementerian terkait (Best Profit Futures)

dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan serta Kemenko Perekonomian

“Tidak ada dasar hukumnya Pertamina minta persetujuan karena bukan barang subsidi,” tegasnya.

Hingga saat ini, lanjut Ali mengungkapkan pihaknya tengah menyosialisasikan kenaikan harga gas Elpiji 12 kg kepada masyarakat.

“Pastinya nanti kita akan sampaikan. Sampai saat ini kita lakukan sosialisasi kenaikan harga gas Elpiii 12 kg,” tukasnya.

  (Best Profit Futures)

Dolar melemah untuk hari kedua terhadap yen menjelang keputusan

dari Federal Reserve untuk suku bunga acuannya pada hari Rabu dan pemilihan presiden AS pada pekan depan.

Indeks Spot Dollar Bloomberg telah turun dari tujuh bulan tertinggi pada 28 Oktober lalu seiring peluang berbasis pasar dari kenaikan suku bunga The Fed

pada akhir Desember turun menjadi 68 persen pada hari Selasa dari lebih dari 72 persen seminggu sebelumnya. Sebuah

jajak pendapat yang melacak laporan dari ABC News / Washington Post menunjukkan Partai Republik Donald Trump dengan 46 persen dukungan terhadap

Partai Demokrat Hillary Clinton 45 persen, menyebabkan keuntungan di aset havens seperti obligasi, emas dan yen di New York. (Best Profit Futures)

Indeks Dolar Bloomberg, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 09:15 pagi waktu Tokyo setelah

menghentikan penurunan selama tiga hari, Selasa. Greenback turun 0,1 % ke level 104,05 ¥, setelah melemah 0,6 %% pada hari sebelumnya. (Best Profit Futures)

Pengumuman Federal Bureau of Investigation (FBI) pekan lalu bahwa membuka kembali penyelidikan Hillary Clinton untuk

penggunaan e-mail pribadinya yang telah menghidupkan kembali kampanye Donald Trump, yang telah berjanji untuk kesepakatan perdagangan AS yang ada.

Trump dipandang kurang menguntungkan oleh sebagian investor karena ketidakjelasan kebijakan dan apa yang dianggap tidak dapat diprediksi lebih besar dari saingannya demokratis. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com