PT Best Profit Futures Surabaya

Dua Risiko Jika Golkar Terus Bertikai

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Pengamat komunikasi politik, Gun Gun Heryanto, menilai Partai Golkar akan menghadapi dua risiko bila kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono tidak islah.

“Risiko pertama, mesti ada partai baru atau kelompok yang menyempal dari arus utama Partai Golkar,

atau bisa saja kader tersebut pindah ke partai lain.

Kan tak mungkin ada dua posisi pemimpin dengan mengklaim nama yang sama,”

kata Gun Gun kepada Okezone, Selasa (BEST PROFIT FUTURES)

Lanjutnya, saat ini belum ada kejelasan dari Kementerian Hukum dan HAM mengenai kepengurusan Partai Golkar yang sah.

“Tidak jelasnya posisi pimpinan di Partai Golkar dapat berpengaruh pada pengakuan baik itu pengakuan prosedural lewat Kemenkum

HAM karena belum mengambil sikap terkait dengan kepengurusan yang dianggap sah,” jelas Gun Gun.

Kisruh ini, kata Gun Gun, menimbulkan risiko kedua yakni simpatisan Golkar akan bingung dengan

dua kepengurusan. Publik akan mengabaikan konflik tersebut karena tidak mengetahui akar permasalahannya.

Menurut Gun Gun, masyarakat hanya sebatas mengetahui terbentuknya dua kepengurusan yang berawal dari dua Musyawarah Nasional (Munas) di Bali dan Jakarta.

“Lebih dari itu, masyarakat apalagi para simpatisan akan bingung untuk mengakui mana kepengurusan yang sah,” pungkas Gun Gun.(BEST PROFIT FUTURES)

Gun Gun berharap Partai Golkar segera mengambil langkah rekonsiliasi atas pertikaian yang terjadi antara kubu Ical dengan kubu Agung Laksono.

Hal ini penting dilakukan agar partai ini dapat bertahan di kancah perpolitikan di

Indonesia dan tidak bernasib seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memiliki dua kepengurusan.

“Sebaiknya Golkar menempuh cara-cara yang membuat partai ini mempunyai daya tahan, kenapa?

Kalau Golkar tidak islah, dualisme pengurusan itu akan terjadi dan berdampak seperti PPP,” harap Gun Gun.

kepercayaan konsumen tiba-tiba jatuh ke terendah setahun pada bulan Oktober karena warga Amerika pesimis pada prospek perekonomian di tengah kampanye debat pemilihan presiden.

Indeks sentimen awal University of Michigan menurun menjadi 87,9 dari 91,2 pada bulan September,

menurut laporan Jumat. Yang lebih lemah dari perkiraan terendah dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom.(BEST PROFIT FUTURES)

Kenaikan yang berkelanjutan dalam pembayaran para pekerja tetap sulit dipahami bahkan ditengah perusahaan terus menambah lapangan pekerjaan karena laju yang solid,

serta ketidakpastian politik dapat menahan rasa percaya diri. Pada saat yang sama, biaya bahan bakar yang masih murah dan

prospek kerja meningkatkan akan membantu mendukung belanja konsumen, yang menyumbang sekitar 70% untuk perekonomian.

Meski begitu, margin konsumen mengharapkan partai Demokrat Hillary Clinton untuk memenangkan pemilu melebar pada

bulan Oktober untuk kesenjangan 46 poin persentase, dari 34 poin pada September.(BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://news.okezone.com