PT Best Profit Futures Surabaya

DPR dan Pemerintah Sepakat 1 Juli Tarif Listrik Naik

Best Profit Futures – Pemerintah dan Komisi VII DPR telah menyepakati kenaikan tarif listrik per 1 Juli-1 November 2014 untuk 6 golongan listrik.

“Menyetujui permintaan pemerintah terkait usulan ICP (Indonesia Crude Price), lifting minyak dan gas bumi, volume BBM subsidi, volume elpiji 3 kg, subsidi BBN (bahan bakar nabati), subsidi listrik termasuk di dalamnya kenaikan tarif listrik per 1 Juli 2014,” kata pimpinan rapat Komisi VII DPR Achmad Ferial saat membacakan hasil kesimpulan rapat dengan Kementerian ESDM di Gedung DPR/MPR/DPD, Selasa (10/6/2014).
Dirjen Listrik Kementerian ESDM Jarman mengatakan, dampak kenaikan tarif listrik ini kecil untuk ekonomi, termasuk inflasi. (Best Profit Futures)

“Dampaknya kecil termasuk inflasinya, kita sudah lakukan kajian,” ucap Jarman.

Dia mengakui, pada November 2014, 6 golongan yang tarif listriknya naik tersebut sudah tidak disubsidi lagi. “Sekarang masih disubsidi, tapi November nanti 6 golongan tersebut tarif listriknya sudah tidak disubsidi, artinya sudah keekonomian,” ujarnya. (Best Profit Futures)

Setelah memutuskan menaikkan tarif listrik untuk 6 golongan tersebut pada 1 Juli 2014, pemerintah juga akan meminta persetujuan agar golongan tersebut dikenakan mekanismen tariff adjusment.

“Kita sedang susun rencana pengenaan tariff adjusmentnya, tujuannya untuk mencegah golongan itu tidak mendapat subsidi lagi ketika kurs rupiah menguat terhadap dolar,” tutupnya.

Golongan listrik yang naik pada 1 Juli 2014-November 2014 yakni: (Best Profit Futures)

  • Industri I-3 non perusahaan go public dengan kenaikan rata-rata 11,57% per 2 bulan.
  • Rumah tangga R-2 daya 3.500-5.500 VA dengan kenaikan rata-rata 5,7% per 2 bulan.
  • Instansi pemerintah P-2 daya di atas 200 KVA dengan kenaikan rata-rata 5,36% per 2 bulan.
  • Rumah tangga R-1 daya 2.200 VA dengan kenaikan rata-rata 10,43% per 2 bulan.
  • Penerangan jalan umum P-3 dengan kenaikan rata-rata 10,69% per 2 bulan
  • Rumah tangga R-1 daya 1.300 VA dengan kenaikan rata-rata 11,36% per 2 bulan. (Best Profit Futures)

Sementara kuota BBM bersubsidi disepakati 46 juta kiloliter, turun dari sebelumnya 48 juta kiloliter. Harga minyak Indonesia ditetapkan US$ 105 per barel, subsidi listrik Rp 107,1 triliun, kuota elpiji 3 kg 5,013 juta ton, lifting minyak 818.000 barel per hari, dan lifting gas 1,224 juta barel setara minyak per hari.

Untuk subsidi BBN, disepakati untuk bio diesel sebesar Rp 1.500 per liter dari sebelumnya Rp 3.000 per liter. Sementara subsidi bioetanol adalah Rp 2.000 per liter dari Rp 3.500 per liter.

  (Best Profit Futures)

Sumber dari http://finance.detik.com