PT Best Profit Futures Surabaya

Dow Jones dan S&P Cetak Rekor Lagi

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Indeks Dow Jones dan S&P di Wall Street berhasil cetak rekor baru setelah senat Amerika Serikat (AS)

meloloskan undang-undang baru soal energi ramah lingkungan. Data tenaga kerja juga memberi sentimen positif.

Sayangnya Nasdaq tak mampu ikut ke zona hijau gara-gara koreksi saham-saham teknologi. Setelah dilakukan voting,

undang-undang mengenai reformasi pipa minyak dan gas serta aturan baru ekspor gas diloloskan oleh mayoritas anggota Partai Republik.

“Untuk saat ini pelaku pasar suka akan hasilnya. Jika hasilnya tidak pasti, bisa jadi kekhawatiran tersendiri,

” kata John Canally, kepala ekonom dari LPL Financial, seperti dikutip Reuters, Kamis (BEST PROFIT FUTURES).

Data tenaga kerja sektor swasta AS bertambah 230.000 di Oktober, tertinggi sejak Juni. Data ini memberi sentimen positif meski tertahan laju pertumbuhan sektor jasa AS yang melambat.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 100,69 poin (0,58%) ke leve 17.484,53, Indeks S&P 500 (BEST PROFIT FUTURES).

bertambah 11,47 point (0,57%) ke level 2.023,57 dan Indeks Komposit Nasdaq menipis 2,92 poin (0,06%) ke level 4.620,72.

Emas naik untuk hari keempat untuk perdagangan dekat dua minggu tertinggi menjelang peninjauan kebijakan pada Bank

Sentral Eropa yang mungkin menjelaskan prospek untuk program pelonggaran kuantitatif dan kepemilikan investor dana yang diperdagangkan di bursa diperluas lagi.

Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,3 % ke level $ 1,273.19 per ons, dan berada di level $ 1,271.56 pada pukul 1:04 siang waktu Singapura,

menurut harga dari Bloomberg. Logam ini menguat ke level $ 1,273.45 pada hari Rabu, (BEST PROFIT FUTURES).

level tertinggi sejak 5 Oktober dan itu naik 1,7 % selama minggu ini karena pelemahan dolar.

Emas telah rally 20 % pada tahun ini, didorong oleh pelonggaran kebijakan moneter di seluruh dunia. Ekonom yang disurvei oleh

Bloomberg mengatakan Presiden ECB Mario Draghi tidak mungkin untuk mengumumkan langkah-langkah baru sebelum bulan Desember,

meskipun pertumbuhan dan inflasi tetap lemah. Di AS, kemungkinan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunda di bulan Desember adalah 64 %,

turun dari sebelumnya 68 % pada minggu lalu, setelah sebuah laporan menunjukkan inflasi inti AS naik kurang dari yang diperkirakan. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://finance.detik.com