PT Best Profit Futures Surabaya

Dolar AS Alami Pelemahan Hari Kedua

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan penurunan hari kedua terhadap beberapa mata uang utama,

karena data ekonomi Amerika yang lebih lemah dari perkiraan. Pelemahan ini, sekaligus mengangkat pamor yen Jepang.

Yen Jepang tetap lebih tinggi dibandingkan greenback,

lantaran pola perdagangan menunjukkan penurunan berlebihan bulan ini.

Terbalik dengan dolar AS, dolar Australia berhasil mendapatkan keuntungan,

setelah laporan menunjukkan belanja modal swasta nasional naik secara tidak terduga. (BEST PROFIT FUTURES )

“Beberapa investor mungkin terlihat akan mengambil untung setelah dolar dalam beberapa bulan terakhir menguat. Data telah berubah pekan ini di AS,

namun reaksi ini nampaknya dibesar-besarkan,” kata ahli strategi utang di Royal Bank of Canada, Michael Turner, seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (BEST PROFIT FUTURES )

The Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak greenback terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada 1.096,60 di Tokyo setelah mengalami penurunan 0,2 persen.

Dolar turun 0,1 persen menjadi USD117,58 per yen setelah mencapai USD118,98 per yen, level terkuat sejak Agustus 2007. Sementara dolar AS terhadap euro berubah ke USD1,2509 per euro dari USD1,2506 per euro.

Belanja negara Amerika hanya naik 0,2 persen, kurang dari harapan sebesar 0,3 persen. Sedangkan belanja barang modal non-militer termasuk pesawat,

secara tidak terduga turun 1,3 persen untuk bulan kedua berturut-turut. Laporan biro statistik menunjukkan Belanja modal swasta nasional meningkat 0,2 persen pada kuartal ketiga.(BEST PROFIT FUTURES )

 Saham Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian seiring para investor menimbang prospek kenaikan suku bunga AS dan menunggu laporan laba perusahaan di dalam negeri.

Indeks Topix sedikit berubah ke level 1,352.64 pada istirahat perdagangan di Tokyo, menghapus kerugian sebelumnya sebanyak 0,4 %. Indeks Nikkei 225 memperoleh gain 0,1 % ke level 16.924. Yen menguat terhadap dolar setelah bergerak lebih tinggi pada hari Senin karena Indeks Empire State, yang melacak produsen di New York, secara tiba-tiba menyusut, sementara Wakil Ketua Fed Stanley Fischer menguraikan faktor-faktor yang menekan pertumbuhan dan kenaikan suku bunga. Tanda-tanda saat ini menunjukkan perekonomian AS yang lebih kuat telah meningkatkan spekulasi untuk kenaikan biaya pinjaman AS dalam waktu dekat, mendorong penurunan selama tiga minggu pada yen.

Saham real estate melonjak untuk memimpin kenaikan di antara 33 kelompok industri di Indeks Topix, sedangkan sektor pertambangan di Topix turun 1,4 % mengirim harga minyak mentah lebih rendah. Saham Inpex Corp jatuh 1,5 % dan saham Japan Petroleum Exploration Co merosot 1 %.(BEST PROFIT FUTURES )

Sumber dari http://economy.okezone.com/