PT Best Profit Futures Surabaya

Ditutup bertahap, hari ini Dolly tidak langsung diberangus

Best Profit Futures – Banyak pihak yang salah kaprah terkait penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak yang akan dilakukan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Menurut Sekretaris MUI Surabaya Mohammad Yusuf,

penutupan lokasi prostitusi di jantung Kota Surabaya malam ini hanya dalam bentuk deklarasi saja, karena nantinya penutupan akan

dilakukan secara bertahap dan itu berarti lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara ini tidak serta merta langsung ditutup malam ini.

“Jadi penutupan itu bertahap, dimulai dari deklarasi dan juga kesepakatan bersama dengan warga di lokalisasi dan pejabat pemkot dan pihak-pihak terkait

tidak langsung ditutup malam ini juga,” ujar Sekretaris MUI Surabaya Mohammad Yusuf. ketika dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (18/6). (Best Profit Futures)

Menurut Yusuf setelah deklarasi yang diadakan malam ini, tanggal 19 atau 20 akan ada penyerahan bantuan usaha kepada para PSK dari pihak Pemkot Surabaya.

Nantinya setiap satu PSK akan mendapat uang sebesar Rp 5.050.000.

“Uang itu dimasukkan untuk modal usaha lalu jaminan hidup selama 3 bulan dan juga uang transportasi ke daerah asal PSK,” ujar Yusuf.

Yusuf mengatakan, setelah mereka menerima bantuan baru nantinya para PSK dilarang untuk kembali melakukan praktik jual beli tubuh atau prostitusi di lokalisasi.

Menurutnya, pemberian bantuan akan dilakukan secara bertahap dan didata per RW. (Best Profit Futures)

“Jadi tidak serta merta setelah deklarasi langsung ditutup, kita salurkan dulu

bantuan dan sebagainya nah setelah mereka menerima bantuan baru kita tindak kalo masih ada PSK yang bandel.

Ini langkah-langkah yang sangat humanis yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya, jadi bukan berarti malam ini langsung Dolly dan Jarak ditutup,” ujar Yusuf.

Menurut Yusuf acara deklarasi malam ini akan dihadiri oleh Mensos,

Gubernur Jatim, dan jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Jatim dan Surabaya.

Nantinya juga akan ada penyerahan bantuan simbolis kepada para PSK. (Best Profit Futures)

Terkait adanya aksi penolakan hari ini yang dilakukan oleh ribuan warga dan para PSK dan mucikarinya, Yusuf tidak mau ambil pusing dan menggubrisnya,

karena menurutnya jauh lebih banyak warga yang mendukung aksi penutupan lokalisasi tersebut.

“Yang namanya lokalisasi itu kan nama jadi jelek, yang menolak paling hanya warga sekitar

Dolly dan Jarak, tapi coba tanya warga Surabaya dan umat Islam pasti semuanya mendukung penutupan.

Kalo ada demo atau penolakan saya anggap itu hal yang wajar tapi tetap kita akan tutup dengan cara yang humanis dan manusiawi.

Kita melihat untuk kepentingan yang lebih besar, demi nama baik Surabaya,

Jatim dan Indonesia. Kita tentu malu punya lokalisasi yang disebut terbesar,” ujar Yusuf. (Best Profit Futures)

Terkait dukungan penutupan, MUI Surabaya memiliki satu pertimbangan lain.

Menurut Yusuf lokalisasi Jarak dan Dolly ini tidak sehat karena berada di tengah perkampungan penduduk.

Itu yang membuat penolakan terhadap keberadaan lokalisasi yang berada di jantung Kota Surabaya ini.

“Dampak-dampak psikologis dari warga yang tinggal di kawasan tersebut dan anak-anak yang ada di sana juga harus dipertimbangkan. Yang mendukung penutupan ini lebih besar,

tapi mereka memang tidak pernah menggelar aksi tidak seperti para penghuni Dolly dan Jarak,” pungkasnya. (Best Profit Futures)

Sumber : MERDEKA.COM