PT Best Profit Futures Surabaya

Diskresi Kapolri Hanya Akal-Akalan Jokowi

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis, menepis alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berdalih

melakukan diskresi atas penunjukkan Pelaksana tugas (Plt) Kapolri, Komjen Pol Badrodin Haiti.

Kata Margarito, tak ada alasan yang mendasar bagi Presiden untuk melakukan hal tersebut.

“Diskresi itu tidak ada aturan, dan mesti dilaksanan berdasarkan kekosongan hukum dan dilakukan untuk mencairkan stagnasi pemerintahan.

Dalam kasus ini stagnasi apa, tidak ada. apa dasarnya.Tidak ada sama sekali, salah dia. Pemerintahan jalan baik-baik, ” katanya saat berbincang dengan Okezone, Rabu (BEST PROFIT FUTURES).

Menurut Margarito, Presiden telah melakukan kesalahan fatal dengan menyebut adanya diskresi dibalik penunjukkan Plt Kapolri.

Celakanya, keadaan carut marut ini dilakukan oleh Presiden sendiri. Kenapa ketika itu dirinya bukan melantik Komjen Pol Budi Gunawan (BEST PROFIT FUTURES).

tetapi justru malah mencopot Kapolri Jenderal Sutarman yang masih jauh masa pensiunnya.

“Ini kan akal-akalan saja, sebagai bentuk pembenaran,” terangnya.

Sebelumnya, Presiden melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto menyatakan, kalau tidak ada yang dilanggar atas penunjukkan Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai Plt Kapolri. (BEST PROFIT FUTURES).

“Yang pasti kami tidak gunakan Pasal 11 ayat (5) tentang Plt Kapolri. Presiden lakukan diskresi dengan

pelaksanaan fungsi pemerintahan agar tidak ada kekosongan kepolisian,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 19 Januari 2015.

Dolar mempertahankan posisi di dekat level dua minggu tertinggi setelah data dan komentar minggu ini dari pejabat Federal Reserve menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Greenback meraih kenaikan tertinggi terhadap mata uang utama sejak 16 September pada hari Selasa setelah Fed Bank of Presiden Richmond Jeffrey Lacker

mendesak bank sentral untuk mengetatkan kebijakan untuk membendung kemungkinan gejolak inflasi. Hal itu diikuti oleh pernyataan Senin oleh Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester bahwa ekonomi sudah matang

untuk kenaikan suku bunga dan laporan yang menunjukkan manufaktur AS berekspansi pada bulan September.

Data pekerjaan yang dirilis akhir pekan ini diperkirakan akan menunjukkan kenaikan dalam laju perekrutan.

Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 10:03 di Tokyo, setelah naik 0,6 persen pada Selasa, di saat menyentuh level tertinggi sejak 21 September Greenback melemah 0,2 persen ke level ¥ 102,74, setelah naik selama enam hari berturut-turut sampai Selasa yang merupakan kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus.

Sumber dari http://news.okezone.com/