PT Best Profit Futures Surabaya

Dirut Pertamina Harus Orang Kepercayaan Jokowi

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Pemilihan direktur utama PT Pertamina (Persero) harus diambil dari kalangan profesional dan orang kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seperti yang diketahui, dalam waktu dekat Menteri BUMN Rini Soemarno akan menunjuk dirut Pertamina.

Saat ini, posisi strategis perusahaan pelat merah tersebut dijabat oleh Plt Dirut Pertamina Muhamad Husen.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies (IMES) Erwin Usman menyarankan agar dirut Pertamina adalah orang yang dipercaya

Jokowi bukan atas rekomendasi sekumpulan keluarga. Hal itu melihat Nawa Cita dan Tri Sakti yang digemborkan Jokowi mengusung semangat pembaharuan dan perubahan.

“Melihat semangat perubahan dan pembaruan yang digemborkan Jokowi, sebaiknya dirut Pertamina merupakan orang kepercayaan Jokowi

diambil dari kalangan profesional, bukan dari birokrasi, atau orang Pertamina yang sarat

dengan kepentingan kelompok dan keluarga,” ujar Erwin dalam siaran persnya, Jakarta, Kamis (BEST PROFIT FUTURES).

Erwin yang juga mantan anggota pokja energi Tim Transisi Jokowi-JK menambahkan, semangat revolusioner Jokowi dalam merombak sistem di Pertamina

akan muncul ketika dirutnya merupakan orang profesional kepercayaan Jokowi.

Pasalnya, kondisi ini akan muncul semangat perubahan dan pembaharuan tanpa ada konflik kepentingan kelompok dan keluarga.

“Spirit yang digaungkan adalah revolusi yang berarti perubahan dan pembaharuan. Jika dirut Pertamina memiliki ‘vested interest’ atau kepentingan

kelompok maka dia akan mudah dipengaruhi dan condong untuk kelompoknya sendiri,” tegasnya. (BEST PROFIT FUTURES).

Lebih lanjut dikatakan, dirut Pertamina harus bisa merombak sistem yang ada di dalamnya dan membuang jauh-jauh konflik kepentingan.

Selain itu, lanjutnya, dirut Pertamina harus memiliki integritas yang bagus.

“Pertama dirut Pertamina harus miliki rekam jejak yang baik, ahli dan tentu saja profesional,” ujarnya. (BEST PROFIT FUTURES).

Terkait rekam jejak, bisa dilihat dari langkah-langkah yang dilakukan ketika dia menjabat di tempat sebelumnya dia bekerja, termasuk sikap

kenegarawanan dan ahli dibidangnya. Apabila dia pernah dipanggil pihak kepolisian atau KPK, itu berarti rekam jejaknya tidak baik.

“Kalau dia pernah bersentuhan dengan hukum, atau diperiksa KPK.

Artinya dia ikut tahu dan termasuk orang yang bertanggung jawab atas kasus tersebut,” tegasnya.

Mestinya, Rini selaku menteri BUMN menyingkirkan nama-nama tersebut. Banyak yang lebih profesional dan ahli dibidangnya.

“Seharusnya penunjukan Widyawan Prawiratmadja dan mantan-mantan binaan Ari Soemarno tidak usah dipakai lagi sebagai langkah pembaruan sektor Energi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa nama menjadi kandidat kuat pengganti Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan seperti Hari Karyuliarto, Darwin Silalahi dan Achmad Faisal. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com