PT Best Profit Futures Surabaya

Dirut Pertamina Datangi KPK

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto mengunjungi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kedatangannya sebagai pimpinan baru di perusahaan minyak dan gas milik negara ini, untuk audiensi dengan Ketua KPK beserta jajarannya, Senin (BEST PROFIT FUTURES).

“Tadi kita audiensi dengan Pak Ketua dan beberapa jajaran yang tadi ada,” ujar Dwi setelah keluar dari Gedung KPK, di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Mantan Dirut PT Semen Indonesia ini mengungkapkan, bahwa sebagai pengurus Pertamina yang baru berharap mendapat dukungan untuk bagaimana membangun Pertamina ke depan yang lebih baik.

“KPK sangat welcome dan di dalam rangka kegiatan pencegahan, KPK akan proaktif membantu,” jelas Dwi.

Namun Dwi mengelak saat disinggung soal KPK yang bisa masuk ke Petral.

“Enggak, kita tidak berbicara sesuatu, tapi bicara bagaimana membenahi sistem secara keseluruhan,” tandasnya.

Minyak bertahan di atas $ 50 di tengah ketidakpastian atas kesediaan Rusia untuk bergabung dengan upaya OPEC untuk menstabilkan pasar.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah turun 1,1 persen pada hari Selasa. (BEST PROFIT FUTURES).

Produsen minyak terbesar asal Rusia Rosneft PJSC mengatakan tidak akan memangkas produksi, menurut Reuters,

setelah Presiden Vladimir Putin sebelumnya mengatakan negaranya akan bergabung dengan

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dalam pembekuan atau memotong pasokan.

Rusia dan kelompok produsen minyak akan bertemu di Istanbul

pada hari Rabu untuk membahas perjanjian produksi. (BEST PROFIT FUTURES).

Pasokan dan permintaan akan kembali ke keseimbangan awal

dari yang diharapkan jika kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi dilaksanakan, kata International Energy Agency.

Minyak naik ke level tertinggi 15-bulan pada hari Senin setelah Arab Saudi menyatakan optimismenya bahwa OPEC akan membuat kesepakatan untuk memangkas produksi dan Rusia menyatakan dukungannya.

Peningkatan sampai $ 60 per barel mungkin akan memicu lonjakan dalam produksi di Amerika Utara sambil memangkasan pertumbuhan permintaan global,

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan pada Selasa kemarin.(BEST PROFIT FUTURES).

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman

November diperdagangkan di $ 50,75 per barel, turun 4 sen, di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:03 pagi di Sydney.

Harga WTI pada hari Selasa turun 56 sen menjadi $ 50,79. Total volume perdagangan sekitar 83 persen kurang dari rata-rata 100-hari.(BEST PROFIT FUTURES).

Minyak Brent untuk pengiriman Desember turun 73 sen, atau 1,4 persen, ke $ 52,41 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global untuk bulan Desember ditutup lebih besar $ 1,17 dari WTI.

Sumber dari http://economy.okezone.com