PT Best Profit Futures Surabaya

Didatangi Bos Trader Minyak, JK: Kita Tidak Layani Pedagang

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), hari ini didatangi oleh perusahaan trader minyak dan komoditas berbasis di Swiss, yaitu Trafigura. Perusahaan ini juga mempunyai cabang di Singapura.

Pihak Trafigura yang mendatangi JK adalah Direktur Keuangan dan Asia Pacific, Pierre Lorinet. Apa kata JK usai pertemuan itu? (BEST PROFIT FUTURES)

“Kan banyak pengusaha tiap hari saya ketemu, antara lain keinginannya

berinvestasi di Indonesia. Tentu semua investasi yang baik untuk pembangunan ekonomi kita, ya kita ketemu. (BEST PROFIT FUTURES)

Saya memberikan dia suatu visi kita tentang perminyakan,” tutur JK di kantor Wapres, Jakarta, Senin (19/1/2015).

JK mengatakan, pada prinsipnya, pemerintah mempersilakan perusahaan

yang mau masuk untuk berinvestasi di dalam negeri.

Soal kebijakan perminyakan, JK mengatakan kepada pihak Trafigura, pemerintah tengah melakukan reformasi di sektor minyak dan gas agar tidak terjadi monopoli.

“Seakan-akan monopoli dianggap mafia. Karena lah itu kita buka sekarang. Siapa yang mau investasi, kita mau pada akhirnya investasi untuk jangka panjang,” jelas JK.

Jadi, ujar JK, Trafigura bertanya soal kebijakan Indonesia ke depan di sektor migas. JK menjawab, harus ada investasi infrastruktur di sektor migas agar harga efisien.

Pemerintah memang tengah menggenjot investasi kilang di dalam negeri.

“Kita tidak melayani yang hanya agen perdagangan. Kita minta mereka betul-betul berpikiran jangka panjang. Bukan pedagang minyak,

tetapi investor yang bergerak di bidang minyak yang mempunyai visi jangka panjang,” jelas JK.

Minyak diperdagangkan mendekati level $ 50 per barel seiring data pemerintah

AS menunjukkan stok minyak mentah turun untuk minggu kelima sehingga memangkas pemangkasan stok yang ada.

Minyak berjangka turun 0,3 persen di New York setelah naik 2,3 ‹‹persen hari Rabu untuk mendapatkan penutupan tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.

Stok minyak mentah turun di bawah 500 juta barel untuk pertama kalinya sejak Januari setelah stok turun 2,98 juta barel pekan lalu,

Administrasi Informasi Energi melaporkan. Survei Bloomberg memperkirakan kenaikan pada stok. Minyak akan terhenti di level $ 55 per barel seiring kembali beroperasinya pengebor minyak serpih AS, menurut Goldman Sachs Group Inc.

Minyak telah naik sekitar 11 persen sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak pekan lalu sepakat untuk memangkas produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun.

OPEC, yang memompa keluaran pada level rekor bulan September, akan memutuskan kuota pembatasan pada pertemuan resmi kelompok ini di Wina pada 30 November mendatang. (BEST PROFIT FUTURES)

Semntara itu, badai Hurricane Matthew semakin menguat dan saat ini mendekati pantai Timur AS.

West Texas Intermediate untuk pengiriman November di level $ 49,69 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 14 sen, pada pukul 08:01 pagi waktu Hong Kong.

Kontrak naik $ 1.14 ke level $ 49,83 pada hari Rabu, yang merupakan penutupan tertinggi sejak 29 Juni, total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 76 persen di bawah rata-rata 100-hari. Harga naik 7,9 persen bulan lalu.

Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 14 sen ke level $ 51,72 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak tersebut naik 2 persen ke level $ 51,86 pada hari Rabu. Indeks acuan global ini diperdagangkan pada $ 1,46 premium untuk untuk bulan Desember WTI. (BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://finance.detik.com