PT Best Profit Futures Surabaya

Dibuka Melemah, IHSG Masih Berpotensi Menguat Jangka Pendek

Best Profit Futures – Pada pembukaan perdagangan Kamis, 28 Januari 2016, indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak turun tipis 0,02 persen atau 0,91 poin di level 4.582,72.

Menurut analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, pergerakan IHSG masih berpeluang menuju target batas atas di level 4.608 untuk memperkuat pola kenaikan jangka pendek.

“Namun, tetap perlu dicermati pergerakan harga komoditas, jika kita menganut pola investasi jangka pendek,” ujarnya, di Jakarta. (Best Profit Futures)

Sebab, tuturnya, pada perdagangan kemarin, IHSG mampu bergerak menanjak, seiring dengan

rebound-nya harga minyak mentah dunia yang memberikan katalis positif ke bursa saham global.

Sementara itu, lanjut dia, bagi investor jangka panjang disarankan untuk melakukan akumulasi pembelian, karena IHSG tengah memasuki tren kenaikan jangka menengah dan panjang.(Best Profit Futures)

“Saat ini target batas bawah berada pada level 4.474,” tuturnya.

sedangkan Setidaknya 15 warga sipil tewas Rabu oleh serangan pesawat tak berawak AS di Afghanistan, kata PBB.

Tiga belas lainnya luka-luka dalam serangan itu. Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) telah menyerukan penyelidikan independen.

“UNAMA menyerukan kepada pemerintah dan pasukan militer internasional agar meluncurkan penyelidikan dengan cepat, independen, tidak memihak,

transparan, dan efektif mengenai kejadian ini,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kamis malam.

Menurut pernyataan itu, semua yang tewas adalah laki-laki, termasuk siswa, guru, dan anggota keluarga yang dianggap “pro-pemerintah”.

Militer AS mengkonfirmasi bahwa serangan udara menghantam target di distrik Achin provinsi Nangarhar dan mengatakan serangan itu ditujukan pada militan ISIS,

dan bahwa mereka masih mengumpulkan informasi tentang laporan korban sipil.

“Kami mengambil setiap langkah yang mungkin untuk menghindari korban sipil dalam operasi ini, dan akan terus bekerja sama dengan pemerintah

Afghanistan dalam menentukan apakah ada alasan untuk penyelidikan tambahan,” kata militer AS dalam sebuah pernyataan.

Serangan udara terbaru Amerika itu berlangsung sementara para tetua suku dan pejabat sudah memperingatkan bahwa pejuang ISIS telah kembali (Best Profit Futures)

dan menguasai kembali beberapa bekas kubu mereka di daerah itu setelah mundur ke tempat

persembunyian di gunung di tengah operasi keamanan yang dilancarkan Afghanistan selama berminggu-minggu.

Sumber : viva.co.id