PT Best Profit Futures Surabaya

Delisting, Saham Malaysia Air Disuspensi

Best Profit Futures – Saham Malaysia Airline System Bhd (MAS) dihentikan perdagangannya di bursa saham Malaysia. Sayangnya, tidak ada keterangan spesifik soal lamanya suspensi ini.

Suspensi tersebut tampaknya bagian dari rencana pemegang saham maskapai penerbangan yang baru-baru ini mengalami musibah akibat pesawatnya MH17 ditembak jatuh di wilayah Ukrainan.

Sang pemegang saham, Khazanah Nasional Bhd, berencana melakukan go private atas saham MAS dari bursa efek. Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (8/8/2014).

Hal ini merupakan bagian dari rencana BUMN milik pemerintah

Malaysia tersebut untuk melakukan restrukturisasi. Khazanah sendiri menguasai 69 persen saham MAS.

Delisting adalah cara Khazanah, yang saat ini dipimpin oleh Perdana Menteri Najib Razak, untuk mengurangi kerugian atas airlines tersebut. (Best Profit Futures)

Dengan demikian, perusahaan penerbangan ini akan melakukan penjualan atas unit bisnis engineeringnya yang sudah mencatatkan keuntungan, baik itu airport services ataupun unit bisnis budget airline.

Hal tersebut dinilai perlu dilakukan dalam rangka menghitung ulang payroll

serta membentuk tim manajemen yang baru.

  (Best Profit Futures)

Dolar melemah untuk hari kedua terhadap yen menjelang keputusan dari Federal

Reserve untuk suku bunga acuannya pada hari Rabu dan pemilihan presiden AS pada pekan depan.

Indeks Spot Dollar Bloomberg telah turun dari tujuh bulan tertinggi pada 28 Oktober lalu seiring

peluang berbasis pasar dari kenaikan suku bunga The Fed pada akhir Desember turun menjadi 68 persen pada hari Selasa dari lebih dari 72 persen seminggu sebelumnya.

Sebuah jajak pendapat yang melacak laporan dari ABC News / Washington Post menunjukkan Partai Republik Donald Trump dengan 46

persen dukungan terhadap Partai Demokrat Hillary Clinton 45 persen, menyebabkan keuntungan di aset havens seperti obligasi, emas dan yen di New York.

Indeks Dolar Bloomberg, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 09:15 pagi waktu Tokyo setelah menghentikan penurunan selama tiga hari, Selasa.

Greenback turun 0,1 % ke level 104,05 ¥, setelah melemah 0,6 %% pada hari sebelumnya.

Pengumuman Federal Bureau of Investigation (FBI) pekan lalu bahwa membuka kembali penyelidikan Hillary Clinton untuk

penggunaan e-mail pribadinya yang telah menghidupkan kembali kampanye Donald Trump, yang telah berjanji untuk kesepakatan perdagangan AS yang ada.

Trump dipandang kurang menguntungkan oleh sebagian investor karena

ketidakjelasan kebijakan dan apa yang dianggap tidak dapat diprediksi lebih besar dari saingannya demokratis. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com