PT Best Profit Futures Surabaya

Deddy Corbuzier Minta Maaf usai Disomasi: Saya Baru Paham Kata ODGJ | lt 11 Graha Bukopin

Artis

Jakarta – Konten podcast Deddy Corbuzier membuatnya disomasi oleh Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS). Lantaran dalam podcast Deddy Corbuzier bersama Mongol Stres menyebut bahwa orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bebas COVID-19. BEST PROFIT

Konten tersebut diprotes oleh berbagai organisasi selain PJS. Ada juga organisasi penyandang disabilitas yang ikut melayangkan keresahannya pada konten yang dibuat oleh Deddy Corbuzier itu. PT BESTPROFIT FUTURES

Dalam sebuah pernyataan tertulis di Instagram, Deddy Corbuzier sudah meminta maaf. Dia menyebut bahwa dirinya belum terlalu paham dengan istilah ODGJ. Dia membeberkan, ketika mengecek Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘gila’ masih tercantum di sana. PT BESTPROFIT

“Saya baru paham ada kata ODGJ (orang dengan gangguan jiwa). Artinya saya nggak pinter dan nggak update nih. Maafkan, ya… Maafkan kami. Mudah-mudahan KBBI-juga juga segera diubah ya,” lanjut Deddy.

Mantan suami Kalina Oktarani itu juga menegaskan bahwa dirinya membuat konten tersebut dengan Mongol Stres bukan karena ingin menghina siapapun secara sengaja. Menurutnya konten tersebut hanyalah komedi saja.

Namun Deddy Corbuzier mengamini bahwa tidak semua komedi memang bisa diterima. Termasuk tidak semua komedi juga sesuai dengan kenyataan dan logika. BESTPROFIT

“Kedua, saya minta maaf kalau saya dan @mongolstres bicara tentang ODGJ nggak kena COVID. Saya rasa di konteks tersebut @mongolstres konteksnya adalah berkomedi. Dan kadang komedi memang tidak masuk dengan kenyataan atau logika. Ini setahu saya,” lanjutnya.

Konten podcast berjudul Orang Gila Bebas COVID!! itu masih ada di channel YouTube Deddy Corbuzier hingga hari ini, Rabu (30/6/2021). Video berdurasi 23 menit itu sudah disaksikan lebih dari 1,6 juta kali.

Atas kontroversi yang beredar, ada lebih dari seribu akun tidak menyukai konten ini. Di sisi lain, di kolom komentar terjadi perdebatan antara yang pro dan kontra. Ada banyak yang merasa konten tersebut menghibur hingga positif meski tidak sedikit pula yang setuju bahwa konten ini bisa menyesatkan.

Sumber detik