PT Best Profit Futures Surabaya

Dari Awal Tahun, Daging Ayam di DKI Dijual Rp 35.000/Ekor

Best Profit Futures – Harga daging ayam di DKI Jakarta masih berada posisi tinggi sejak awal tahun 2016. Berdasarkan pantauan detikFinance di Pasar Palmerah,

Jakarta Barat, harga daging ayam masih dijual di kisaran Rp 35.000/ekor.

Menurut Komar, pedagang daging ayam di Pasar Palmerah, harga ini belum mengalami penurunan sejak awal tahun 2016.

“Masih Rp 35.000/ekor dari awal tahun baru 2016, belum turun masih segitu aja,” kata Komar, Jumat (22/1/2016).

Bila dibandingkan Desember 2015, harga daging ayang dijual Rp 30.000/ekor.

Komar menambahkan, belum turunnya harga daging ayam ini dikarenakan naikknya pakan ternak ayam. (Best Profit Futures)

“Katanya sih karena makanannya mahal,” ujar Komar.

Meski harga dipatok Rp 35.000/ekor sejak awal tahun, Komar mengaku penjualan dan stok daging ayam masih normal.(Best Profit Futures)

“Kalau yang beli masih biasa aja, stok mah nggak susah, cuma karena denger-denger itu karena makanannya mahal,” kata Komar.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR-Indonesia), Hartono,

menjelaskan tingginya harga ayam dari pemasok ini disebabkan harga jagung yang digunakan untuk pakan ternak ayam mengalami kenaikan, yang sebelumnya Rp 3.000/kg menjadi Rp 5.800-Rp 6.000/kg.

“Harga mahal karena harga jagung yang biasanya Rp 3.000/kg naik menjadi Rp 5.800-Rp 6.000/kg dan langka dan kualitasnya kurang bagus,” kata Hartono.(Best Profit Futures)

Hartono menambahkan, mahalnya harga jagung juga dikarenakan adanya kebijakan larangan impor jagung dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Selain itu, waktu panen yang lama (4 bulan) disertai dengan kualitas panen yang buruk membuat pasokan jagung minim dan harga melonjak.

“Ya jagung langka karena ada larangan impor dari Kementerian Pertanian, sekarang jagung belum panen, dan kualitas panen jelek.
Karena cari jagung susah, sekarang ayam makannya ya campuran terigu, kedelai, kelapa, yang penting ayamnya tetap sehat dan tetap makan,” ujar Hartono.

Pabrik-pabrik di Inggris mengalami bulan terbaiknya dalam lebih dari dua tahun terakhir pada bulan September terkait pound yang melemah mendorong lonjakan pada pesanan ekspor.(Best Profit Futures)

Indeks IHS Markit™s monthly Purchasing Managers melonjak ke 55,4 dari 53,4 pada bulan Agustus, mencatatkan kuartal industri terbaik tahun ini. Itu merupakan angka tertinggi sejak Juni 2014 dan jauh melebihi perkiraan ekonom di 52,1.

Pesanan ekspor raih peningkatan terbaiknya sejak Januari 2014 di September, dan Markit mengatakan manufaktur mungkin membantu untuk mengangkat GDP dalam tiga bulan.

Laporan ini menunjukkan bagaimana depresiasi sterling sebesar 13 persen sejak jajak pendapat Brexit pada bulan Juni mendukung manufaktur di tengah ketidakpastian tentang hubungan perdagangan baru Inggris dengan Uni Eropa. Hal ini juga menambah bukti bahwa penurunan ekonomi dampak dari referendum menjadi lebih baik daripada yang telah diantisipasi.(Best Profit Futures)

Sumber : detik.com