PT Best Profit Futures Surabaya

Dana Asing Kuasai 64,33% Pasar Modal Domestik

BEST PROFIT FUTURES SURABAYAModal asing tercatat masih mendominasi pasar modal domestik. Hingga Agustus 2014, dana asing yang berada di pasar modal nasional mencapai hampir Rp1.825 triliun atau mencapai 64,33 persen terhadap total kapital yang ada.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Medan Muhammad Pintor Nasution mengatakan, total dana asing yang berada di

pasar modal domestik ini, meningkat lebih dari Rp350 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dana tersebut, berasal dari investor institusi yang memberikan andil kenaikan yang terbesar.

“Kalau Agustus 2013 lalu, total dana asing yang ada di pasar modal kita, hanya sekira Rp1.475 triliun. Terdiri dari dana dari investor institusi senilai Rp.975 triliun,

investor individu Rp25 triliun investor kategori lainnya, Rp474  triliun,” ungkap Pintor di Medan, Senin (6/10/2014).(BEST PROFIT FUTURES)

“Sementara sampai Agustus 2014 lalu, dana institusi asing sudah mencapai lebih dari Rp1.247 triliun,

dana individu asing menurun menjadi Rp24 triliun, sementara kategori lainnya meningkat hingga Rp552 triliun,” tambahnya.

Pintor mengaku, pertumbuhan dana asing di pasar domestik ini, masih linier dengan pertumbuhan

dana investor lokal yang ada. Namun pertumbuhan dana investor lokal, masih lebih lambat dibandingkan dana asing

“Investor lokal memang masih tumbuh, baik itu individu, institusi maupun lainnya.

Tapi pertumbuannya hanya sekitar Rp200 triliun. Dari Rp868 triliun, menjadi Rp1.012 triliun,” papar Pintor.(BEST PROFIT FUTURES)

Menurutnya, masih lambatnya pertumbuhan dana investor lokal ini, didorong oleh tingkat pemahaman masyarakat yang masih rendah untuk berinvestasi di pasar modal.

“Masyarakat kita belum melihat potensi investasi di pasar modal ini.

Masyarakat masih lebih tertarik berinvestasi secara fisik. Padahal asing sangat tertarik,” ungkap Pintor.

 (BEST PROFIT FUTURES)

“Investor lokal memang masih tumbuh, baik itu individu, institusi maupun lainnya. Tapi pertumbuannya hanya sekitar Rp200 triliun. Dari Rp868 triliun, menjadi Rp1.012 triliun,” papar Pintor.

Menurutnya, masih lambatnya pertumbuhan dana investor lokal ini, didorong oleh tingkat pemahaman masyarakat yang masih rendah untuk berinvestasi di pasar modal.

“Masyarakat kita belum melihat potensi investasi di pasar modal ini. Masyarakat masih lebih tertarik berinvestasi secara fisik. Padahal asing sangat tertarik,” ungkap Pintor.(BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://economy.okezone.com/