PT Best Profit Futures Surabaya

Cuaca Buruk, Tim Gabungan Tunda Pencarian Jenazah

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Tim gabungan untuk pagi ini menunda untuk pencarian jenazah, dan bangkai dari pesawat Air Asia QZ 8501 yang ada di Selat Karimatan, Pangkalan Bun, Kalimantan tengah.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henry Bambang Soelistyo mengatakan, pagi ini, Rabu (31/12),

tim gabungan masih berada di sekitar lokasi, dan masih belum bisa melakukan

penyisiran lantaran cuaca di Selat Karimata saat sedang hujan. (BEST PROFIT FUTURES)

“Lagi hujan, dan ketinggian ombak mencapai tiga sampai emat meter,” ujarnya di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta, Rabu (31/12/2014).

Dia menambahkan, pererintah setempat sudah menyiapkan ratusan peti jenazah di Pangkalan Bun. Karenanya, apabila jenazah sudah sampai kata dia langsung diversikan,

dievakusi dan lalu diterbangkan ke Rumah Sakit Polri yang ada di Surabaya.(BEST PROFIT FUTURES)

“Disana sudah disipkan 168 peti jenazah, kontribusi dari bupati, meskipun kita juga membawa peti unutuk disana,” jelasnya.

Bursa saham Jepang naik ke level tertinggi dalam empat bulan, karena minyak melonjak dan Hillary Clinton tampaknya memperketat cengkeramannya pada pemilihan presiden AS bulan November mendatang.

Indeks Topix naik 0,7% ke 1,360.32 ke level tertinggi sejak Juni pada istirahat perdagangan di Tokyo, dipimpin oleh penjelajah dan produsen energi.

Saham-saham kembali diperdagangkan setelah liburan di Jepang pada hari Senin, ketika ekuitas global menguat dan setelah debat kedua presiden AS menambahkan ke spekulasi bahwa Clinton akan menang atas Donald Trump.

Minyak menguat ke level tertinggi dalam lebih dari setahun setelah dua produsen terbesar minyak mentah di dunia, Arab Saudi dan Rusia, (BEST PROFIT FUTURES)

mengatakan mereka siap bekerja sama untuk membatasi produksi. Yen diperdagangkan di level 103,99 per dolar, melemah untuk hari kedua.

Rusia bersedia untuk bergabung dengan upaya Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk menstabilkan pasar,

membutuhkan baik pembekuan atau pemotongan untuk tingkat produksi saat ini, kata Presiden Vladimir Putin, pada hari Senin.

Banyak produsen di luar kelompok telah menyatakan kesediaan

untuk bekerja sama terkait pembatasan produksi, kata Menteri Energi dan Industri Arab Saudi Khalid Al-Falih,

menambahkan bahwa ia “optimis” akan ada kesepakatan yang bisa mengangkat harga minyak setinggi $ 60 per barel pada akhir tahun.(BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://news.okezone.com