PT Best Profit Futures Surabaya

COVID-19 Ngegas Pol-polan, India Larang Ekspor Antivirus Remdesivir | Graha Bukopin 11

Medication prepared for people affected by Covid-19, Remdesivir is a selective antiviral prophylactic against virus that is already in experimental use, conceptual image

Jakarta – India mengumumkan pelarangan ekspor remdesivir, obat antivirus untuk perawatan virus Corona COVID-19. Larangan ini diterapkan di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di negara tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, India mengalami lonjakan tajam virus Corona COVID-19. Pada Minggu (11/4/2021), terjadi penambahan 152.000 kasus sehingga totalnya mencapai 13,3 juta kasus.

Kementerian Kesehatan menyebut, lonjakan kasus ini juga memicu lonjakan kebutuhan antivirus yang tiba-tiba.

“Ada potensi peningkatan lebih lanjut terkait kebutuhan ini dalam beberapa hari ke depan,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa larangan ekspor remdesivir akan berlaku hingga situasi membaik, dikutip dari AFP, Senin (12/4/2021).

Meski demikian, riset yang didukung organisasi kesehatan dunia WHO menyebut bahwa obat ini hanya memiliki efek yang kecil atau bahkan tidak ada sama sekali terhadap risiko kematian.Remdesivir merupakan antivirus buatan perusahaan Amerika Serikat Gilead. Dalam beberapa penelitian, remdesivirdisebut sebagai salah satu obat yang menjanjikan dalam mempercepat pemulihan pasien COVID-19.

Gilead pada tahun lalu memberikan lisensi kepada perusahaan obat generik di India, Pakistan, dan Mesir. Perusahaan-perusahaan ini diizinkan untk membuat remdesivir dan mendistribusikannya ke 127 negara, sebagian besar berpendapatan rendah dan menengah bawah.

BEST PROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES
PT BESTPROFIT
BESTPROFIT

Sumber detik.com