PT Best Profit Futures Surabaya

Cara Baru Google Kurangi Ukuran Aplikasi di Play Store

Best Profit
Best Profit Futures – Google kini tengah mengembangkan algoritma baru demi mengurangi ukuran (size) aplikasi di Play Store.

Best Profit Futures – Sebagaimana diumumkan Google di blog Android Developers, mengutip Tech Times, Senin (25/7/2016), algoritma ini nantinya tak hanya mengurangi size aplikasi saja, tetapi juga size pembaruan (updates).

Bagi pengguna Android yang memiliki memori ponsel dan kuota data terbatas, hal ini tentu menjadi kabar baik.

Pasalnya, tak semua pengguna terkoneksi jaringan WiFi ketika mereka mengunduh aplikasi. Kuota besar terkadang dibutuhkan saat mengunduh aplikasi berukuran besar, misalnya game.

Google fokus terhadap hal ini mengingat sebanyak 65 miliar aplikasi Android di dunia telah diunduh dari Play Store. (Best Profit Futures)

Dengan jumlah itu, perusahaan berupaya mengurangi ukuran pemasangan (install) aplikasi dan updates-nya.

Pengembang (developer) pun didorong untuk merilis lebih banyak updates pada aplikasi dengan sejumlah konten, perbaikan, terutama pada keamanan.(Best Profit Futures)

Google menambahkan algoritma baru Delta, bernama bsdiff untuk mengurangi size pembaruan hingga 50 persen lebih. Algoritma baru ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi Delta pada aplikasi.

Sebagai contoh, updates aplikasi Google Chrome untuk Android biasanya memakan ruang 22,8MB, di mana updates kecil berukuran 15,3MB. Dengan algoritma bsdiff, ukurannya berkurang menjadi 12,9MB (besar) dan 3,6MB (kecil).(Best Profit Futures)

Pengguna Android yang memiliki ponsel high-end dengan memori besar dan terbiasa terkoneksi WiFi, mungkin tidak terlalu merasakan perubahan tersebut pada Google Play Store.

Namun, pengguna Android yang kuota datanya terbatas dan memorinya kecil, perubahan ini dapat memaksimalkan kapabilitas smartphone-nya.(Best Profit Futures)

Selain itu menurut Riset: Samsung Rajai Pasar Smartphone Dunia

Perusahaan riset pasar TrendForce merilis data pangsa pasar smartphone untuk periode kuartal dua (Q2) 2016. Dalam laporan tersebut, Samsung berhasil menempati posisi nomor satu dalam daftar merek smartphone teratas di dunia.

Dikutip dari GSM Arena, Senin (25/7/2016), Samsung memimpin pasar dengan 24,5 persen pangsa pasar pada Q2 2016. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya dengan 28 persen pangsa pasar.(Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com