PT Best Profit Futures Surabaya

Bursa saham Tokyo dibuka lebih tinggi setelah penguatan yen terhenti

Bestprofit
Bestprofit Saham-saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Rabu, karena kenaikan yen terhenti setelah pasar global untuk sementara menguat menjelang pertemuan utama AS-Cina minggu ini.

Indeks Nikkei 225 naik 0,47 persen, atau 88,38 poin ke level 18,898.63, sementara indeks Topix naik 0,33 persen, atau 4,96 poin, ke level 1,509.50. (Bestprofit)

Sedangkan Saham AS Berakhir Dengan Kenaikan Tipis Jelang PertemuanTrump-Xi

Saham AS ditutup sedikit lebih tinggi Selasa ini karena investor lebih berhati-hati menjelang

pertemuan antara Presiden Donald Trump dani Xi Jinping dari China serta laporan data tenaga kerja Jumat nanti.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 39,03 poin, atau 0,2%, di 20,689.24,

dipimpin oleh keuntungan di saham Caterpillar Inc dan Boeing Co Indeks S & P 500 ditutup naik 1,32 poin,

atau kurang dari 0,1%, di 2,360.16, dengan sektor energi serta bahan baku memimpin kenaikan.

Sementara indeks Nasdaq Composite naik 3,93 poin, atau kurang dari 0,1%, menjadi ditutup pada 5,898.61. (Bestprofit)

Selain itu Dow Menguat Dipimpin oleh Rally pada Saham Caterpillar, United Tech & Boeing

Indeks Dow Jones Industrial Average bergerak naik pada siang hari Selasa yang didorong oleh trio 30 komponennya, menyumbang sekitar 32 poin untuk mengukur indeks blue-chip.

Saham Caterpillar Inc yang diperdagangkan 2,2 % lebih tinggi setelah mencatatkan bullish dari Goldman Sachs, menambahkan sekitar 15 poin ke Dow sementara saham United Technologies Corp naik 0,9 %,

menambahkan sekitar 10 poin. Sementara itu, saham Boeing Co menguat 0,9 %, kontribusi sekitar 7 poin. Awal sesi, Dow berada di bawah tekanan,

bersama dengan Indeks S & P 500 dan Indeks Nasdaq Composite yang mengancam penurunan untuk periode terpanjang tiga hari, sejak tiga hari yang berakhir 30 Desember, menurut data FactSet. (Bestprofit)

Pergerakan yang optimis untuk ekuitas menyoroti pelemahan dari euforia yang diikuti kemenangan pemilu Presiden Donald Trump pada November lalu.

Valuasi saham dianggap kuat dan keraguan tentang kemampuan presiden untuk menentukan undang-undang agenda kampanye

pro-pertumbuhan lebih cepat daripada nanti telah dikutip sebagai sumber retret baru-baru ini. (Bestprofit)

Sumber: Market Watch