PT Best Profit Futures Surabaya

Bursa Menanti Data Inflasi & Neraca Dagang RI

BEST PROFIT FUTURES – Hari ini, ada beberapa data ekonomi makro yang ditunggu oleh para investor. Para investor menanti Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan besaran Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia pada periode Juni 2014. Selain itu, BPS juga akan mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada periode Mei.

Bank Indonesia (BI) menyebut, pada periode Juni dan Juli merupakan puncak inflasi. Namun, BI masih optimistis inflasi akhir tahun masih di angka 5 persen. Sementara untuk neraca perdagangan Mei, diperkirakan akan mengalami surplus USD15-USD30 juta.

Sedangkan BPS, memperkirakan inflasi yang akan terjadi pada Juli ini akan cukup tinggi. Pasalnya, harga-harga diperkirakan meningkat seiring bulan puasa dan lebaran. Inflasi inti Juli, diperkirakan akan mencapai 5 persen.   (Best Profit Futures )

BPS mencatat pada Mei 2014 terjadi inflasi sebesar 0,16 persen, setelah mengalami deflasi sebesar 0,02 persen pada bulan sebelumnya. Dari pemaparan BPS, beberapa komoditas tercatat mendorong besaran inflasi tersebut antara lain, daging ayam ras, telur ayam ras, tomat sayur, tarif angkutan udara, tarif angkutan laut dan bahan bakar rumah tangga.

Sementara itu, beberapa faktor yang menjadi penghambat inflasi pada Mei lalu yakni, cabai rawit, cabai merah dan beras. Berikut rincian besaran andil pendorong dan penghambat inflasi.   (Best Profit Futures )

Sementara untuk neraca perdagangan Mei, Menteri keuangan Chatib Basri meyakini akan mengalami surplus sekira USD500 juta. Pasalnya, jika melihat siklus, surplus terjadi setiap menghadapi bulan Ramadhan dan hari raya lebaran.

Sebelumnya, pada bulan April 2014 lalu neraca perdagangan defisit sebesar USD1,96 miliar. Sementara jika dilihat sejak awal tahun, atau dalam rentang waktu Januari-Arpil 2014 defisit yang terjadi mencapai USD900 juta.

Salah satu penyebab defisit di April 2014 lalu adalah karena melonjaknya nilai impor, di sisi lain nilai ekspor mengalami penurunan. Namun, Chatib sempat bilang, tekanan impor pada bulan April diperkirakan tidak akan sebesar di Mei.

    (Best Profit Futures )

USD500 juta. Pasalnya, jika melihat siklus, surplus terjadi setiap menghadapi bulan Ramadhan dan hari raya lebaran.

Sebelumnya, pada bulan April 2014 lalu neraca perdagangan defisit sebesar USD1,96 miliar. Sementara jika dilihat sejak awal tahun, atau dalam rentang waktu Januari-Arpil 2014 defisit yang terjadi mencapai USD900 juta.

Salah satu penyebab defisit di April 2014 lalu adalah karena melonjaknya nilai impor, di sisi lain nilai ekspor mengalami penurunan. Namun, Chatib sempat bilang, tekanan impor pada bulan April diperkirakan tidak akan sebesar di Mei.   (Best Profit Futures )

Sumber dari http://economy.okezone.com/