PT Best Profit Futures Surabaya

Bursa Jepang Turun Untuk Hari Ke-7 Terkait Spekulasi Negative Rate

Best Profit
Best Profit Futures – Saham-saham Tokyo di buka turun, dengan indeks Topix menuju penurunan beruntun terpanjang sejak 2014,

terhadap spekulasi bahwa Bank of Japan akan membuat pemotongan tambahan untuk suku bunga negatif.

Indeks Topix jatuh untuk hari ketujuh pada pukul 09:10 pagi waktu setempat, dengan sektor perbankan memimpin penurunan.

Indeks Topix kehilangan 0,6% ke 1,306.71, sementara Nikkei 225 turun menjadi 16,519.44.

Setelah reli dua bulan, investor berbalik bearish terhadap saham-saham

Jepang pekan lalu karena pasar berspekulasi atas keputusan-keputusan kebijakan moneter yang akan muncul dari BOJ dan Federal Reserve.

Indeks pemberi pinjaman telah jatuh 9,6 persen dari puncaknya pada 2 September lalu di tengah kekhawatiran penurunan

lebih dalam ke suku bunga negatif oleh BOJ akan menghalangi harapan untuk pemulihan pendapatan.(Best Profit Futures)

BOJ mungkin akan memotong suku bunga pada beberapa cadangan bank menjadi minus 0,2 persen dari minus 0,1 persen,

ekonom dari Morgan Stanley Takeshi Yamaguchi dan Robert Alan Feldman menulis dalam catatannya, menyusul laporan di surat kabar

Nikkei yang menulis bahwa bank sentral sedang menjajaki penurunan lebih dalam ke suku bunga negatif untuk mencadangkan inflasi.

Sedangkan Saham Hong Kong ditutup sedikit berubah terkait spekulasi Fed

Bursa Hong Kong sedikit berubah hari Rabu, seiring para pedagang enggan untuk membuat taruhan besar menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan.

Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,1 persen ke level 23,190.64 poin, sedangkan Hong Kong Indeks China Enterprises turun 0,3 persen ke level 9,542.52 poin.

Banyak investor yang menahan diri di sela-sela kerugian semalam di Wall Street sehingga mengekang resiko appetite.

Pasar keuangan kota akan dibuka pada hari Kamis tetapi akan ditutup pada hari Jumat untuk Festival pertengahan musim gugur.

Semua mata tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 20-21 September nanti seiring para pedagang dengan cemas menunggu untuk melihat apakah Fed akan menaikkan suku bunga mereka, atau memberikan petunjuk waktu kapan mereka akan melakukannya. Hanya terdapat beberapa pedagang yang memperkirakan kenaikan suku bunga minggu depan dan pasar melihat hanya dalam peluang sekitar 50-50 untuk satu kenaikan pada bulan Desember.

Kinerja dalam sektor yang ada bervariasi. Saham energi jatuh pada harga minyak yang lebih rendah, tetapi sektor jasa konsumen berhasil menguat. (Best Profit Futures)

Sumber: Reuters