PT Best Profit Futures Surabaya

Bursa Australia dan Korea Selatan Dibuka Bervariasi

PT Bestprofit
PT BESTPROFIT FUTURES Bursa Australia memulai sesi perdagangan hari Kamis (24/5/2018) di zona negatif sementara rekannya di Korea Selatan bergerak menguat setelah sempat turun tipis.

Indeks ASX 200 di Australia terkoreksi 0,19% menjadi 6.021,3 sementara indeks Kospi di Korea Selatan naik tipis 0,08% ke level 2.473,95 setelah sempat melemah di sesi pembukaan, menurut data CNBC International pukul 7:42 WIB. PT BESTPROFIT

Sebelumnya, bursa Jepang dibuka negatif akibat penguatan yen terhadap dolar Amerika Serikat (AS), AFP melaporkan. Selain itu, sentimen negatif dari kemungkinan tertundanya pertemuan antara AS dan Korea utara juga masih membayangi pasar. BESTPROFIT

Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,21% menjadi 22.641,26 di sesi awal perdagangan pagi ini. BEST PROFIT

Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Harga aset di bursa saham Indonesia yang sudah murah menggoda investor untuk melakukan aksi borong, termasuk asing.

Kemarin, IHSG mengakhiri hari dengan penguatan 0,71%. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 8,9 triliun dengan volume sebanyak 9,05 miliar saham. Frekuensi perdagangan adalah 424.747 kali.

Koreksi IHSG yang sudah cukup dalam sepanjang tahun (-9,51% sampai dengan Selasa pekan ini) nampak telah membuka ruang akumulasi bagi para investor, seiring dengan entry point yang jauh lebih menarik. Aksi borong pun terjadi, bahkan investor asing mencatatkan beli bersih Rp 559,32 miliar.

IHSG sempat menguat signifikan lebih dari 1%, tetapi kemudian berangsur-angsur menipis. Penyebabnya adalah situasi regional yang kurang kondusif.

Perang dagang Amerika Serikat (AS) vs China berpotensi untuk meletus kembali. Presiden AS Donald Trump berulah dengan menyebut dirinya kurang puas dengan perkembangan negosiasi dagang dengan Beijing.

“Tidak, tidak terlalu,” ujar Trump menjawab pertanyaan wartawan mengenai apakah dirinya puas terhadap proses negosiasi perdagangan dengan China. Namun, mantan taipan properti tersebut menambahkan bahwa pembicaraan dengan China baru tahap awal sehingga masih ada peluang perbaikan ke depan.

Meski begitu, komentar Trump dianggap sudah merefleksikan bahwa negosiasi antar kedua pihak sejatinya tak berjalan mulus. Ada banyak ketidaksepahaman yang bisa berujung pada pemberlakuan kembali bea masuk yang sebelumnya sudah ditangguhkan.

Situasi diperkeruh dengan sejumlah negara yang kini berpotensi meluncurkan serangan balasan ke AS. Kemarin, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengumumkan bahwa Jepang, Rusia, dan Turki telah memberitahu AS mengenai potensi penerapan bea masuk bagi produk ekspor asal Negeri Paman Sam.

Hal tersebut dilakukan sebagai respons pengenaan bea masuk atas baja dan aluminium yang terlebih dahulu diberlakukan AS. Secara total, akan ada tambahan bea masuk senilai US$ 3,5 miliar setiap tahunnya yang harus dibayar oleh eksportir asal AS jika aksi balas dendam ini jadi dilakukan.

Kemudian, Trump juga menyebutkan bahwa ada kemungkinan pembicaraan damai dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 12 Juni di Singapura batal. Trump menilai sikap Kim kembali keras setelah bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.

“Ada peluang besar itu tidak akan terjadi (pertemuan dengan Kim), dan itu tidak masalah. Mungkin ini tidak akan terjadi pada 12 Juni, tetapi bukan berarti tidak akan pernah. Tetap ada peluang kami akan bertemu,” tutur Trump.

Perkembangan ini membuat investor khawatir dan membuat bursa saham regional rontok. Indeks Nikkei 225 melemah 1,18%, Shanghai Composite anjlok 1,4%, Hang Seng amblas 1,82%, Strait Times turun 1,32%, SETi (Thailand) terkoreksi 0,4%, dan KLCI (Malaysia) minus 2,21%.

Sumber : Detik