PT Best Profit Futures Surabaya

Bursa Asia Berguguran, IHSG Dibuka Melemah ke 4.488

Best Profit Futures -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka di zona merah setelah seharian kemarin menguat hingga ditutup melonjak lebih dari 1%.

Pada perdagangan preopening, IHSG dibuka turun 16,095 poin (0,36%) ke 4.489,639. Sementara indeks LQ45 dibuka turun 4,569 poin (0,58%) ke 781.501.

Mengawali perdagangan, Selasa (26/1/2016), IHSG dibuka melemah 17,316 poin (0,38%) ke 4.488,472. Sementara indeks LQ45 dibuka turun 5,897 poin (0,75%) ke 780.173. (Best Profit Futures)

Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini bergerak di Rp 13.897, dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.857.

Mengakhiri perdagangan kemarin, IHSG ditutup ‘lompat’ 49,044 poin (1,10%) ke 4.505,788. Sementara indeks LQ45 menguat 6,757 poin (0,87%) ke 786.070.

Berikut kondisi bursa saham Asia pagi ini:

Indeks Nikkei 225 turun 334,79 poin (1,96%) ke 16.776,12
Indeks Hang Seng turun 282,33 poin (1,46%) ke 19.057,81
Indeks SSE Composite turun 47,03 poin (1,60%) ke 2.889,64
Indeks Straits Times turun 15,44 poin (0,60%) ke 2.566,35

Pabrik-pabrik di Inggris mengalami bulan terbaiknya dalam lebih dari dua tahun terakhir pada bulan September terkait pound yang melemah mendorong lonjakan pada pesanan ekspor.

Indeks IHS Markit™s monthly Purchasing Managers melonjak ke 55,4 dari 53,4 pada bulan Agustus, mencatatkan kuartal industri terbaik tahun ini. Itu merupakan angka tertinggi sejak Juni 2014 dan jauh melebihi perkiraan ekonom di 52,1. (Best Profit Futures)

Pesanan ekspor raih peningkatan terbaiknya sejak Januari 2014 di September, dan Markit mengatakan manufaktur mungkin membantu untuk mengangkat GDP dalam tiga bulan.

Laporan ini menunjukkan bagaimana depresiasi sterling sebesar 13 persen sejak jajak pendapat Brexit pada bulan Juni mendukung manufaktur di tengah ketidakpastian tentang hubungan perdagangan baru Inggris dengan Uni Eropa. Hal ini juga menambah bukti bahwa penurunan ekonomi dampak dari referendum menjadi lebih baik daripada yang telah diantisipasi.

Laporan ini menunjukkan bagaimana depresiasi sterling sebesar 13 persen sejak jajak pendapat Brexit pada bulan Juni mendukung manufaktur di tengah ketidakpastian tentang hubungan perdagangan baru Inggris dengan Uni Eropa. Hal ini juga menambah bukti bahwa penurunan ekonomi dampak dari referendum menjadi lebih baik daripada yang telah diantisipasi. (Best Profit Futures)

Sumber : detik.com