PT Best Profit Futures Surabaya

Bursa AS Tetap Andalkan Kebijakan Fed

Best Profit Futures –  Bursa saham AS menguat pada Jumat (19/9/2014) dini hari tadi. Investor merespon kebijakan The Fed.

Investor memiliki sentimen positif dengan menggabungkan data ekonomi dan spekulasi kebijakan Fed untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama lagi.

“Kita punya inflasi yang rendah hal ini meningkatkan pandangan dari bank sentral menjadi kekuatan yang konstruktif. Ini semua menjadi faktor risiko tetap rendah,” kata analis di US Bank Wealth Management, Jim Russell, seperti mengutip cnbc.com.. (Best Profit Futures)

Indeks Dow Jones menguat 0,6% ke 17.265,99 dengan dukungan masih dari saham DuPont. Sedangkan pelemahan terdalam terjadi pada saham Chevron seiring harga minyak mentah.

Untuk indeks S&P menguat 0,5% ke 2.011,36 bersama dengan penguatan sektor keuangan dan bahan baku. Sementara pelemahan terjadi pada sektor utilitas dan sektor energi.

Untuk indeks Nasdaq lebih tinggi 0,6% ke 4.593,43. “Kami merasa nyaman dengan indeks S&P di level 2.060pada akhir tahun 2014,” kata Russell. (Best Profit Futures)

Dolar berakhir melemah terhadap mata uang lainnya. Untuk imbal hasil Treasury 10 tahun naik ke 2,624 persen. Minyak mentah berjangka di pasar AS turun 1,4 peren ke US$93,07 per barel. Untuk emas berjangka turun 0,7 persen ke US$1226,90 per troy ons.

Untuk perdagangan Rabu kemarin, indeks Dow Jones mencetak rekor tertinggi. Indeks S&P berakhir di atas level 2.000. Pemicunya karena The Fed menegaskan sudah mendekati akhir kebijakan stimulus moneternya.

  (Best Profit Futures)

Saham China melemah pada hari Kamis ini, membalikkan beberapa kerugian pada sesi pagi, sementara investor tetap berhati-hati dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan laba industri, pelemahan yuan yang masih berlangsung, dan tumbuhnya kekhawatiran atas ketatnya likuiditas.

Indeks CSI300 blue-chip turun 0,3 persen, ke 3,345.70, sementara indeks Shanghai Composite turun 0,1 persen ke 3,112.35 poin.

Kepercayaan investor dalam pemulihan ekonomi China digoyahkan oleh data yang menunjukkan keuntungan dalam perusahaan industri China tumbuh sebesar 7,7 persen di September, melambat tajam dari kecepatan 19,5 persen bulan sebelumnya terkait beberapa sektor yang terpengaruh oleh lemahnya aktivitas. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://pasarmodal.inilah.com