PT Best Profit Futures Surabaya

Bung Karno, Presiden dengan Otak Kanan Kuat

Best Profit Futures – Indonesia kekurangan sosok pemimpin ideal, karena terlalu ditekankannya penggunaan otak kiri dalam kurikulum pendidikan sejak usia dini.

Hal ini dikemukakan Nyoman Aribowo, Ketua Jember Entrepreneur Community, dalam acara pelatihan kewirausahaan dan diagnosis potensi daerah yang digelar Bank Indonesia dan Persatuan Wartawan Indonesia Jember, di Kali Badeng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (7/9/2014).

“Basic kunci sukses kita di otak kanan. Otak kiri itu analitis, teoritis, linier. Sementara otak kanan adalah otak kreatif, imajinatif, yang terkait mentalitas,” kata Nyoman.

Sejak kecil hingga usia lima tahun, otak kanan dan kiri manusia Indonesia seimbang. Namun begitu memasuki sekolah dasar hingga pendidikan tinggi, otak kiri lebih banyak digunakan. Ini membuat generasi Indonesia tidak terbiasa berpikir melakukan terobosan.”Kita minim orang yang punya jiwa entrepreneur atau minim pemimpin, karena tidak bisa membuat visi. Akhirnya kita jarang memiliki hal-hal prestisius di Indonesia,” kata Nyoman.

Jiwa entrepreneur harus dimiliki semua orang, termasuk pemimpin. Seorang berjiwa entreprenur adalah orang yang bisa mengambil peluanga. Entrepreneur itu jiwa kreatif dan inovatif,” katanya.

Seorang yang cenderung menggunakan otak kanan adalah seseorang yang berani mengambil risiko. “Orang dengan otak kanan mengatakan; bagaimana nanti. Orang dengan otak kiri nanti bagaimana,” kata Nyoman.

“Bung Karno itu banyak menggunakan otak kanan. Kalau tidak pakai otak kanan, tak mungkin kita merdeka,” tambah Nyoman.

Nyoman menyarankan tiga hal agar sukses berwirausaha. “Jadilah the first, yang pertama, karena pasti masuk bawah sadar. Jadi yang pertama luar biasa, tidak mudah,” katanya.

“Kedua, jadilah the best atau yang terbaik. Kalau pertama dan kedua sulit, jadilah be different, yang berbeda. Berbeda itu jadi daya tarik luar biasa,” kata Nyoman.

Pemimpin berjiwa wirausaha adalah berani mengambil risiko memanfaatkan peluang dan modal. “Kalau ngomong modal sebenarnya tak hanya uang.

Modal itu bisa ide, gagasan, teman, hubungan baik, kepercayaan,” kata Nyoman. (Best Profit Futures)

Wirausahawan yang baik bisa memulai dari yang sederhana dan membangun komunitas bersama untuk saling mengingatkan.

“Mulailah dari yang kecil. Ada proses, jangan lompat langsung besar, nanti jatuhnya bahaya,” kata Nyoman. (Best Profit Futures)

Selalu berpikir positif, itu yang ditekankan Nyoman. “Kalau kita berpikir positif,

maka akan mempengaruhi hasil kita. Kalau ingin karakter positif, bangun dari pikiran positif,” katanya. (Best Profit Futures)

(Best Profit Futures)

Sumber dari http://beritajatim.com/