PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Brexit Masih Warnai Laju IHSG pada Awal Pekan

Best Profit FuturesBest Profit Futures

Best Profit Futures – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi koreksi terbatas pada perdagangan saham awal pekan ini. Sentimen Britain Exit/ Brexit atau Inggris keluar dari Uni Eropa masih mempengaruhi laju IHSG.

Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee menuturkan sentimen Brexit bukan sentimen sesaat. Dengan Brexit, Hans menilai hal itu telah mengubah fundamental ekonomi dunia.

Pelaku pasar khawatir Inggris keluar dari Uni Eropa dapat mempengaruhi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan China. Pengaruh Brexit tidak terlalu berdampak langsung ke ekonomi Indonesia.

“Dampak dari Brexit telah pengaruhi dunia. Inggris keluar dari Uni Eropa memang membutuhkan waktu sekitar dua tahun. Namun sejumlah pihak menilai ekonomi Inggris akan turun diikuti juga Eropa. Ini berdampak ke ekonomi Amerika Serikat dan China. Bila ada perlambatan di kedua negara itu akan berdampak ke ekonomi Indonesia,” ujar Hans saat dihubungi Liputan6.com, (Best Profit Futures).

Selain itu, Hans menilai pelaku pasar juga mengkhawatirkan efek dari Brexit itu juga akan diikuti oleh negara lain di Uni Eropa seperti Prancis.

Akan tetapi, Hans menilai seharusnya pelaku pasar tidak usah terlalu merespons berlebihan terhadap sentimen tersebut. Hans mengatakan, sentimen Brexit akan mempengaruhi pasar dalam waktu 3 hari hingga 1 minggu.

Hans menambahkan, sentimen pembahasan pengampunan pajak atau tax amnesty di DPR diharapkan memberi dampak positif untuk pasar modal. Dengan melihat kondisi itu, Hans memperkirakan IHSG akan bergerak di level support 4.789-4.800 dan resistance 4.850 4.884.

Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan rentang konsolidtasi terlihat masih belum akan ditinggalkan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Kondisi ekonomi kita masih terlihat cukup stabil walau di tengah pengumuman Brexit yang akhirnya menunjukkan suatu kepastian yang terjadi, dan sempat memberikan tekanan terhadap pergerakan pasar modal di seluruh belahan dunia. Hal ini terlihat akan bersifat sementara karena masih akan ada proses usai keputusan tersebut,” kata dia.

William menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 4.802 dan resistance 4.904. Namun, William mengingatkan agar investor juga mengantisipasi libur panjang dan tekanan yang di bursa saham global dan harga komoditas.

Untuk rekomendasi saham, William memilih sejumlah saham yang dapat diperhatian pelaku pasar. Saham-saham itu antara lain PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Sedangkan Hans merekomendasikan sell on strenth atau jual saham mengingat harganya menguat antara lain saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). (Best Profit Futures)

Sumber : liputan6.com