PT Best Profit Futures Surabaya

BPJS di Madura Pakai Figger Print

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) wilayah Madura, berencana menggunakan figger print atau menggunakan sidik jari dalam mengakses data anggota.

Hal itu menyusul ditemukannya data milik orang yang sudah meninggal dunia, dan masih digunakan dan dipinjam orang lain yang tidak berhak menggunakan kartu tersebut.

“Kartu BPJS itu sedianya tidak boleh dipakai oleh orang lain yang bukan peserta BPJS.

Bahkan ada sanksi hukum bila ada yang menyalahgunakan kartu tersebut,” kata Hernena Agustin Arifin, Ketua BPJS Wilayah Madura.

Ditambahkan, pihaknya pernah menerima kedatangan seorang peserta BPJS ke kantornya dengan menunjukkan kartu BPJS.

Tetapi, setelah dicek, kartu tersebut ternyata milik orang lain yang dinyatakan meninggal dunia.

“Nah ini kan aneh, kok ada orang yang sudah meninggal hidup lagi. Rupanya ibu ini pernah meminjamkan kartu kepada tetangganya yang meninggal dunia.

Sehingga kartu BPJS yang dipakai itu kita nonaktifkan ada keterangan meninggal dunia,” imbuhnya. (BEST PROFIT FUTURES)

Selain itu, pihaknya berharap agar kartu tersebut tidak lagi disalahgunakan oleh anggota yang sudah terdaftar dalam program tersebut

dengan tidak dipinjamkan kepada orang lain yang tidak berhak. Sebab, hal tersebut bisa berakibat fatal karena adanya sanksi hukum bagi pihak yang menyalahgunakan kartu BPJS tersebut.(BEST PROFIT FUTURES)

“Jadi untuk mengantisipasi itu, kita sudah melakukan sejumlah cara. Termasuk di antaranya akan menggunakan figger print, dimana setiap anggota BPJS akan menggunakan sidik jari untuk mengakses data,” jelasnya.

Pihaknya juga akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta program Jaminan Kesehatan Nasinal (JKN),

di mana BPJS sebagai institusi penyelenggaranya yang dilindungi undang-undang, juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik.

 (BEST PROFIT FUTURES)

Selain itu, pihaknya berharap agar kartu tersebut tidak lagi disalahgunakan oleh anggota yang sudah terdaftar dalam program tersebut

dengan tidak dipinjamkan kepada orang lain yang tidak berhak. Sebab, hal tersebut bisa berakibat fatal karena adanya sanksi hukum bagi pihak yang menyalahgunakan kartu BPJS tersebut.

“Jadi untuk mengantisipasi itu, kita sudah melakukan sejumlah cara. Termasuk di antaranya

akan menggunakan figger print, dimana setiap anggota BPJS akan menggunakan sidik jari untuk mengakses data,” jelasnya.(BEST PROFIT FUTURES)

Pihaknya juga akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta program Jaminan Kesehatan Nasinal (JKN),

di mana BPJS sebagai institusi penyelenggaranya

yang dilindungi undang-undang, juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik.(BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://beritajatim.com/