PT Best Profit Futures Surabaya

Bos Uber Indonesia Resmi Melepas Jabatannya

PT Bestprofit
PT Bestprofit Setelah Travis Kalanick memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Uber, kali ini giliran General Manager Uber Indonesia Alan Jiang yang dilaporkan telah mundur dari jabatannya.

Untuk itu, operasional Uber di Indonesia akan langsung berada di bawah Regional General Manager Uber Asia Tenggara, Chan Park.

Kabar mengenai mundurnya Jiang diketahui dari sebuah artikel yang ditulisnya. (PT Bestprofit)

“Setelah dua tahun membantu meluncurkan Uber di Asia Tenggara dan dua tahun menjabat sebagai General Manager di Indonesia.

Hari ini menandai hari terakhir perjalananku bersama perusahaan tersebut,” tulisnya seperti dikutip dari laman Tech in Asia, Jumat (23/6/2017).

Sayangnya, belum dapat dipastikan ke mana Jiang akan berlabuh. Namun menilik artikel yang ditulisnya, Jiang menyebut

ingin berbagi pengalaman dan pelajaran berharga yang dimiliknya untuk membantu pendiri perusahaan lain.

Sebagai informasi, Jiang dikenal sebagai sosok yang berperan dalam pengembangan Uber di Asia Tenggara, terutama Indonesia. Bersama dengan tim awal, ia mengembangkan Uber di Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Dalam tulisannya, ia juga sempat menyebut Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan paling cepat. Ia menuturkan,

dalam dua tahun Indonesia berhasil masuk dalam daftar lima negara dengan jumlah perjalanan paling tinggi.

Sedangkan 1.000 Karyawan Uber Ajukan Petisi Minta Travis Kalanick Kembali (PT Bestprofit)

Keputusan mengejutkan baru saja diambil oleh CEO Uber, Travis Kalanick. Ia akhirnya memutuskan mundur setelah ada permintaan dari lima investor utama Uber.

Salah satunya adalah investor terbesar Uber dari perusahaan pemodal Benchmark bernama Bill Gurley.

Namun keputusan itu ternyata tak diterima oleh sejumlah besar karyawan Uber. Beberapa waktu lalu, sekitar 1.000 karyawan Uber yang dilaporkan telah menandatangi petisi agar Kalanick kembali bertugas.

Menurut laporan Axios, petisi yang ditujukan untuk dewan direksi Uber itu ditandatangi secara anonim. Sebelum berpartisipasi, para karyawan harus masuk dengan akses khusus yang dimiliknya sebagai pekerja perusahaan.

Dikutip dari Forbes, Jumat (23/6/2017), jumlah karyawan yang menandatangani petisi ini diprediksi sekitar 10 persen dari pekerja non-pengemudi Uber.

Adapun alasan petisi ini karena Kalanick dianggap sosok penting dalam perusahaan. (PT Bestprofit)

“Tak ada orang yang sempurna, tapi kami percaya dia bisa menjadi pemimpin yang dibutuhkan Uber saat ini. Ia juga penting untuk masa depan perusahaan,” tulis karyawan dalam petisi tersebut.

Para karyawan juga menyebut, meminta Kalanick pergi dari Uber adalah sebuah kesalahan. Sebelum petisi ini bergulir, sejumlah dukungan untuk kepergian Kalanick memang telah terlihat di media sosial.

Salah seorang mantan karyawan Uber menuturkan, Kalanick merupakan sosok penting dalam perusahaan

dan sulit untuk menemukan orang dengan visi dan misi terhadap Uber sama seperti pria berumur 40 tahun tersebut. (PT Bestprofit)

Sekadar diketahui, surat rekomendasi dari direksi Uber dikirimkan ke Kalanick saat ia sedang cuti dan berada di Chicago. Dalam sebuah surat “Moving Uber Forward” itu,

para investor meminta kepada Kalanick untuk segera mundur sebab perusahaan memerlukan perubahan kepemimpinan.

Kalanick kemudian berkonsultasi dengan anggota dewan direksi dan investor Uber. Selanjutnya, Kalanick pun setuju untuk mengundurkan diri. (PT Bestprofit)

Meski begitu, ia akan tetap berada di dewan direksi Uber setelah mengundurkan diri.

Sumber : liputan6