PT Best Profit Futures Surabaya

BI Ingin Inflasi Indonesia Terendah di ASEAN

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Dalam satu dekade kedepan, Bank Indonesia (BI) mengupayakan tingkat inflasi bisa terus menurun.

Seperti diketahui, dengan kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang naik, ditakutkan akan mendongkrak tekanan inflasi.

“Kami akan mengupayakan tingkat inflasi secara bertahap dapat menurun dan terjangkat pada laju yang semakin rendah,”

papar Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo dalam pidatonya dalam Acara Pertemuan Tahunan BI di JCC, Kamis (BEST PROFIT FUTURES).

Bahkan kami, tambah Agus, bercita-cita agar inflasi Indonesia menjadi salah satu yang terendah di ASEAN. Untuk itu,

kebijakan moneter berbasis sasaran inflasi (inflation targeting framework) akan terus kami lanjutkan dan perkuat.

Dan BI terus melakukan koordinasi melalui forum Tim Pengendalian Inflasi (TPI), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan kami teruskan dan komunikasi kebijakan ditingkatkan.

“Untuk itu dalam kesempatan ini kami ingin mengapresiasi seluruh Gubernur Kepala Daerah yang

telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mengendalikan tekanan inflasi di wilayah masing-masing,” tandasnya.(BEST PROFIT FUTURES).

 Saham China naik ke level enam minggu tertinggi sebelum rilis data ekonomi termasuk produk domestik bruto dan output industri.

Indeks Shanghai Composite naik 0,4 %, dengan saham teknologi dan energi mendapatkan keuntungan. Indeks Hang Seng menguat 0,1 %,

dipimpin oleh Bank of East Asia Ltd China Life Insurance Co turun 1,9 % dalam kinerja terburuk pada hari Rabu setelah

perusahaan memperkirakan bahwa keuntungan dalam sembilan bulan pertama jatuh sebesar 60 % karena menurunnya pendapatan investasi.

Ekonomi China kemungkinan meningkat 6,7 % pada kuartal terakhir, kuartal ketiga berturut-turut dengan laju yang sama, (BEST PROFIT FUTURES).

menurut rata-rata dalam survei Bloomberg terhadap analis. Ukuran luas negara tersebut dalam kredit baru melampaui perkiraan pada bulan September,

menurut data yang menunjukkan hari Selasa, pinjaman yang kuat akan terus membantu menstabilkan perekonomian.

Pembiayaan agregat China adalah 1,72 triliun yuan ($ 255 miliar) bulan lalu, dibandingkan dengan estimasi rata-rata dalam survei Bloomberg senilai 1,39 triliun yuan.

Angka-angka yang dirilis setelah penutupan pasar ekuitas China daratan. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com