PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures;Data Ekonomi Bawa IHSG ke Zona Hijau

Best Profit Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan saham Kamis (11/2/2016). Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan, pola pergerakan indeks saham masih pada tren penguatan jangka pendek. Pergerakan IHSG juga tengah menanti rilis data ekonomi.

“Potensi kembali mendaki terlihat cukup besar, sekaligus menanti data ekonomi yang diperkirakan akan memberikan angin segar,” kata dia,Jakarta, Kamis (11/2/2016).William memperkirakan, IHSG akan bergerak pada support 4.710 kemudian resistance pada level 4.821. (Best Profit Futures)

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi menerangkan, Bursa Asia ditutup mayoritas melemah pada perdagangan saham kemarin. Volatilitas pasar mendorong penguatan mata uang China yen, sejalan dengan itu data perekonomian Jepang masih kurang baik.(Best Profit Futures)

Hal tersebut mendorong pelemahan IHSG sebanyak 36,14 poin atau sebanyak 0,76 persen ke level 4732,48. Investor asing mencatatkan jual bersih Rp 133,23 miliar.

Meski terdapat tiga sektor yang positif yakni infrastruktur, aneka industri serta penguatan nilai tukar rupiah sebanyak 1,15 persen tak mampu mendorong laju IHSG. “Tidak mampu menahan aksi ambil untung investor di saat Bursa Asia mayoritas melemah,” kata dia dalam ulasannya.(Best Profit Futures)

‎Lanjar memprediksi IHSG bergerak variatif pada rentan support 4.700 dan resistance pada level 4.780.

‎Senada, PT Sinarmas Sekuritas memprediksi IHSG bergerak variatif. Pihaknya memprediksi IHSG bergerak pada level support 4.700 dan resistance pada level 4.850.(Best Profit Futures)

William merekomendasikan saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT PP Tbk (PTPP), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Sinarmas Sekuritas merekomendasikan beberapa saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Sumber : liputan6.com