PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Wall Street Menguat Ditopang Saham Energi

Best Profit Futures – Saham AS ditutup lebih tinggi pada perdagangan Kamis waktu setempat, membangun pemulihan baru-baru ini menyusul reli di saham energi,

dan mengimbangi penurunan di saham kesehatan dan teknologi.

Peningkatan tipis di indeks S&P 500 diikuti empat minggu dari keuntungan sebagian besar stabil yang telah meninggalkan indeks turun 3 persen pada 2016.

Meskipun ada keuntungan tersebut, banyak investor tetap berada di pinggir karena khawatir pasar melanjutkan penurunannya.

“Seringkali Anda akan melihat kepala palu dan ini mungkin bisa terjadi,” kata Andrew Bodner,

presiden Double Diamond Investment Group di Parsippany, New Jersey dilansir dari reuters, Jumat (4/3/32016).

“Saya perlu pasar untuk menunjukkan ini adalah nyata.” (Best Profit Futures)

Sebelumnya, data menunjukkan klaim pengangguran mingguan tiba-tiba naik. Investor juga menunggu laporan tenaga kerja yang komprehensif di Februari pada hari

Jumat yang diperkirakan akan menunjukkan penambahan 190.000 pekerjaan, naik dari keuntungan 151.000 pada bulan Januari. (Best Profit Futures)

Dow Nones Industrial average naik 0,08 persen pada level 16.912,6 dan S&P SPX juga mendaki 0,15 persen pada level 1.989,38.

Nasdaq Composite IXIC turun 0,07 persen pada level 4.700,26.

Tujuh dari 10 saham S&P naik, dengan sektor energi SPNY naik 1,16 persen. SPXHC turun 0,61 persen dan saham sektor teknologi kehilangan 0,32 persen ditopang penurunan 1,41 persen saham Microsoft.

Data ekonomi yang solid bisa memperkuat ekspektasi bahwa The Federal Reserve tetap pada jalut untuk menaikkan

suku bunga tahun ini. Pertemuan bank sentral akan dllakukan pada 15-16 Maret mendatang.

Saham Jepang jatuh lebih dari setengah perusahaan pada indeks Topix diperdagangkan tanpa hak untuk pembayaran dividen berikutnya.

Indeks Topix turun 1,6% menjadi 1,327.19, dan Nikkei 225 jatuh 1,5% ke level 16,426.61 pada sesi istirahat perdagangan di Tokyo, ,

karena eksportir dan bank memberikan kontribusi untuk penurunan Indeks ekuitas ini. Dari 1.094 saham melanjutkan ex-dividend pada 1966 anggota,

menyamai penurunan 11,15 poin. Salah satu perusahaan tersebut adalah Sumitomo Mitsui Financial Group Inc, perusahaan pemberi pinjaman

terbesar kedua di Jepang, jatuh 3,8% termasuk dampak dari ¥75 ($ 0.75) dividen. (Best Profit Futures)

SUmber : liputan6.com