PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; USD Diramal Melemah, Rupiah Bakal Terus Menguat

Best Profit Futures – Laju rupiah diprediksi masih akan menjaga tren penguatan di saat laju dolar Amerika Serikat (USD) diyakini cenderung melemah.

Hal ini lantaran adanya rilis penurunan jumlah cadangan minyak mentah AS dan

berimbas positif pula pada saham-saham energi global untuk turut memberikan dampak positif kepada mata uang Garuda.

“Dengan adanya pergerakan positif pada laju harga minyak mentah dunia maka diharapkan dapat kembali memberikan

sentimen positif pada laju rupiah yang dapat mengkonfirmasi peluang penguatan lanjutan meski kenaikan yang terjadi tidak cukup signifikan,”

ucap Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (Best Profit Futures).

Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.620/USD serta resisten Rp13.610/USD, meski tetap harus cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah.

Sementara sentimen selanjutnya datang dari rencana The Fed untuk menaikan kembali suku bunganya

di Juni atau Juli sementara ini di anggap positif untuk memberikan kepastian kepada pelaku pasar.(Best Profit Futures).

“Dengan adanya kecenderungan positif tersebut mengurangi tekanan bagi pergerakan Rupiah,” tandasnya.

Sementara itu laju laju IHSG yang sedang mencoba membentuk tren kenaikannya diprediksi kembali di hadang dengan mulai adanya aksi ambil untung yang menahan peluang penguatan lanjutan.

Dengan kondisi tersebut maka laju IHSG pun diperkirakan akan kembali bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas dimana dimungkinkan kembali diselingi dengan adanya pelemahan.(Best Profit Futures).

Minyak menghentikan kenaikannya pada spekulasi bahwa melimpahnya persediaan global akan bertahan di tengah meningkatnya pasokan dari AS ke Nigeria.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah menguat 0,6 persen Senin kemarin. Produksi Nigeria mencapai 1,75 juta barel per hari

dan akan terus naik setelah upaya pemerintah dan gencatan senjata dengan militan memungkinkan beberapa produksi untuk memulai kembali,

Menteri Perminyakan Negara tersebut Emmanuel Kachikwu mengatakan. stok minyak mentah AS mungkin meningkat 3,13 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum data pemerintah, Rabu besok.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober, yang berakhir Selasa, berada di $ 43,22 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 8 sen.

Harga naik 27 sen ke $ 43,30 per barel pada Senin kemarin. Total volume perdagangan sekitar 55 persen di bawah rata-rata 100-harinya.

Kontrak November yang lebih aktif turun 13 sen ke $ 43,73 pada 08:14 pagi di Hong Kong.

Brent untuk pengiriman November turun 4 sen ke $ 45,91 di London-based

ICE Futures Europe exchange. Harga menguat 18 sen, atau 0,4 persen, ke $ 45,95 per barel pada Senin.

Minyak acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 2,18 untuk WTI pengiriman November.(Best Profit Futures).

Sumber : sindonews.com