PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Setelah Dibuka Naik, IHSG Tertekan di Jalur Merah

Best Profit Futures – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di jalur positif di awal pembukaan. Meski demikian, penguatan IHSG tak berlangsung lama. IHSG kembali bergerak di zona merah. Pada awal perdagangan, Selasa (23/2), IHSG dibuka naik 6,58 poin (0,14%) ke 4.715,20. Hingga pukul 09.10 waktu JATS, IHSG bergerak melemah 3,617 poin (0,08%) ke 4.703,816.

Menutup perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 11,060 poin (0,24%) ke 4.708,620. Sementara indeks LQ45 ditutup naik 2,171 poin (0,26%) ke 822.563. Mengutip data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini bergerak di Rp 13.376, dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.440.

Sedangkan kondisi bursa saham Asia pagi ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 8,49 poin (0,05%) ke 16.114,23, Indeks Hang Seng turun 18,34 poin (0,09%) ke 19.445,75, Indeks SSE Composite turun 14,32 poin (0,49%) ke 2.912,71, dan Indeks Straits Times naik 8,55 poin (0,72%) ke 2.668,78. (Best Profit Futures)

Pada perdagangan semalam di pasar New York, Amerika Serikat (AS), harga minyak dunia naik 6%. Akibat spekulasi turunnya produksi shale oil di AS. Di pasar Asia, harga minyak juga naik di awal pekan ini. Angka operasi alat pengeboran minyak di AS turun menjadi yang terendah sejak Desember 2009 llau.

Di sisi lain, harga minyak juga naik setelah International Energy Agency mengumumkan, produksi shale oil di AS akan turun 600.000 barel per hari tahun ini, dan 200.000 barel per hari di 2017. Dilansir dari Reuters, Selasa (23/2), harga kontrak berjangka minyak produksi AS naik USD 1,84/barel atau 6%, menjadi USD 31,48/barel. Sementara minyak jenis Brent harga kontrak berjangkanya naik USD 1,68/barel atau 5%, ke USD 34,69/barel.

Kenaikan harga minyak ini turut mengerek kenaikan bursa saham, seperti yang terjadi pada bursa Wall Street semalam. Harga minyak pulih sejak pekan lalu, setelah Arab Saudi, Qatar, Venezuela, dan Rusia berencana menahan produksi minyak ke tingkat yang sama dengan produksi Januari 2016.(Best Profit Futures)

Sumber : financeroll.com